BERITA TERKINI

Di Tepian Kapuas Hulu, Koramil Silat Hilir dan Persit Bagi Takjil: Hangatnya Ramadan di Pinggir Jalan

×

Di Tepian Kapuas Hulu, Koramil Silat Hilir dan Persit Bagi Takjil: Hangatnya Ramadan di Pinggir Jalan

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Menjelang azan magrib, bahu Jalan Poros Silat Hilir mulai ramai oleh warga yang menepi: bukan karena pasar dadakan, melainkan barisan meja sederhana berlapis kain hijau motif loreng. Jumat (27/2/2026)

Di sana, personel Koramil 1206-11 Silat Hilir bersama ibu-ibu Persit Kartika Candra Kirana Cabang L Kodim 1206/Putussibau Ranting 12 membagikan kotak takjil kepada pengendara motor, pejalan kaki, dan anak-anak yang baru pulang mengaji.

Ada kolak pisang, kurma, kue lapis legit, serta air mineral — semua dibungkus rapi, dibagikan sambil senyum dan salam tempered.

Pj. Danramil Peltu Timur Edy S bercerita bahwa dana berasal dari iuran sukarela anggotanya dan persit selama sepekan terakhir.

“Ramadan itu momentum. Kami ingin hadir bukan hanya saat bencana, tapi di momen harian warga. Pererat silaturahmi, sekaligus mengingatkan bahwa TNI ya bagian dari masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan serupa dijadwalkan tiga kali sepekan sepanjang Ramadan 1447 H, berpindah titik ke pasar sore dan depan puskesmas.

Respons warga cepat terasa. Pak Manto, tukang ojek yang melintas, membuka kotak kolak di pinggir jalan.

“Tahun lalu dapat dari masjid, sekarang dari Koramil. Rezeki Ramadan, siapa saja yang ngasih kami terima dengan doa,” katanya.

Siswi SMP yang pulang mengaji mengaku senang melihat seragam loreng justru membagikan makanan, bukan hanya mengatur lalu lintas.

Disudut lain, Ketua Persit Ranting 12 Timur Erny Estowati, mengatur antrean agar tetap tertib.

Baginya, kegiatan ini juga ruang belajar bagi anak-anak persit tentang berbagi.

“Mereka ikut menyiapkan bungkus, menata kursi. Nilai sosialnya nyata, bukan teori,” ucapnya.

Bagi Kecamatan Silat Hilir yang jarak tempuh ke Putussibau memakan berjam-jam, aksi sederhana ini terasa dekat.

“Harapannya, rasa kebersamaan ini terus tumbuh — bukan cuma di Ramadan,” tutup Peltu Timur Edy S, sebelum akhirnya turut membagikan takjil terakhir ke seorang ibu pengayuh sepeda yang menepi.