BeritaBERITA TERKININUSANTARA

Tragis! Warga Desa Batu Gane Tewas Diduga Diterkam Harimau Saat Cari Ikan di Sungai Bal

×

Tragis! Warga Desa Batu Gane Tewas Diduga Diterkam Harimau Saat Cari Ikan di Sungai Bal

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO,MUSI RAWAS – Peristiwa tragis terjadi menimpa warga Desa Batu Gane, Kecamatan Selangit, Kabupaten Musi Rawas (Mura). Pasalnya, ia tewas akibat serangan binatang buas yang diduga harimau. Ia diserang saat sedang mencari ikan di sekitar Sungai Bal.

Camat Selangit, Misbahuddin Lubis dalam rilis resminya menyampaikan korban ditemukan meninggal dunia Sabtu, 28 Februari 2026 sekitar pukul 01.00 Wib dini hari. Jenazah korban ditemukan di wilayah Sungai Bal, tepatnya di Dusun Sri Penganten, Desa Pasenan, Kecamatan STL Ulu Terawas.

Korban diketahui bernama Sahanan bin Jali (45), seorang petani yang berdomisili di Dusun IV Desa Batu Gane, Kecamatan Selangit, Kabupaten Mura.

Diketahui, Jumat 27 Februari 2026 sekitar pukul 09.00 WIB korban berangkat dari rumah untuk mencari ikan di Sungai Bal, Dusun Sri Penganten, Desa Pasenan. Namun hingga Pukul 21.00 Wib, korban belum kembali ke rumah. Pihak keluarga bersama warga kemudian berinisiatif melakukan pencarian dengan menyusuri aliran Sungai Bal.

Setelah dilakukan pencarian selama beberapa jam, korban akhirnya ditemukan sekitar Pukul 01.00 Wib dini hari dalam kondisi telah meninggal dunia di tepi Sungai Bal, wilayah hulu Dusun Sri Penganten.

Saat ditemukan, korban mengalami luka berat di hampir seluruh bagian tubuh yang diduga kuat akibat serangan binatang buas. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kondisi korban sangat mengenaskan. Kepala korban terpisah dari bagian leher. Bagian wajah mengalami kerusakan parah, di mana bola mata, hidung, rambut, dan telinga sudah tidak ditemukan, sehingga yang tersisa hanya tengkorak kepala.

Selain itu, lengan tangan korban terpisah dari bahu. Bagian leher korban mengalami luka berat hingga hanya tersisa bagian dada atas sebelah kanan. Pada bagian dada ditemukan luka robek, sementara paha kiri korban juga mengalami luka robek dengan panjang sekitar 40 sentimeter.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan kepala desa, Kapolsek, dan Danramil setempat yang telah tiba di rumah duka. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan pihak Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) serta Puskesmas Selangit untuk penanganan lebih lanjut.

Pemerintah kecamatan juga mengimbau kepada seluruh warga agar sementara waktu tidak melakukan aktivitas di kebun maupun di sekitar sungai di wilayah kejadian, guna mengantisipasi potensi ancaman serangan satwa liar.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius mengingat wilayah tersebut berbatasan langsung dengan kawasan hutan, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di alam terbuka.