BERITA TERKINIHEADLINENUSANTARAPEMERINTAHAN

Pemkab Malang Respon Cepat Atasi Tanah Lomgsor di Desa Taji Jabung

×

Pemkab Malang Respon Cepat Atasi Tanah Lomgsor di Desa Taji Jabung

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, MALANG – Bencana Alam Tanah Longsor yang terjadi di jalan Desa Taji Kecamatan Jabung langsung direspon cepat oleh Pemerintah Kabupaten Malang, Senin (2/3/2026).

Bupati Malang, H.M Sanusi langsung bergerak cepat meninjau lokasi yang menjadi akses vital bagi masyarakat Desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.

Longsor tersebut diakibatkan hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Jabung menyebabkan akses menuju Desa Taji, Jabung, mendadak menyempit.

Tanah penahan jalan arah masuk memuju Desa Taji diketahui ambrol sekitar pukul 21.30 WIB, Sabtu (28/2/2026), menggerus badan jalan sepanjang kurang lebih 15 meter.

Longsor tersebut membuat lebar jalan tersisa sekitar dua meter. Untuk sementara, telah dilakukan pelebaran darurat agar dapat dilewati akses kendaraan roda empat (R4).

Bupati Malang menyampaikan bahwa mulai saat ini longsor yang terjadi di Desa Taji sudah di tangani melalui Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang dengan harapan agar dapat segera terselesaikan.

Bupati Malang juga menyebut bahwa sebenarnya jalan menuju Desa Taji ini sudah masuk dalam penganggaran Dinas PU Bina Marga tahun 2026.

“Untuk anggaran sudah ada tinggal pelaksanaannya tapi keduluan tanah longsor ini. Anggaran yang disiapkan sebesar 300 juta rupiah untuk plengsengan dan 500 juta untuk jalannya,” tutur Bupati Malang

Bahkan, Bupati Sanusi mengungkapkan bahwa selain jalan yang longsor di Desa Taji ini Pemerintah Kabupaten Malang juga akan membenahi jalan rusak di Desa Sukopuro dan Desa Taji Kecamatan Jabung.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnadi Kusuma mengatakan bahwa setelah peninjauan dari Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang longsor ini terjadi akibat adannya longsor yang terjadi di atas jalan sehingga menutup jalur drainase yang mengakibatkan air hujan menggerus badan jalan.

“Kita akan menangani dengan segera, mulai hari ini sudah mulai bekerja dan minimal besok sudah mulai terpasang sesek bambu terlebih dahulu, dan diperkiraan akan selesai dalam waktu sekitar 5 bulanan” kata pria yang akrab disapa Oong.

Menindaklanjuti hal tersebut, Khairul mengaku bahwa pemasangan sesek bambu ini dirasa lebih bagus daripada pemasangan bronjong.

“Jadi untuk sementara kita tidak memakai bronjong, karena lebih bagus menggunakan sesek bambu dengan dipasang sandbag yang diisi dengan material pasir, sirtu, dan sedikit kandungan tanah agar vegetasi bisa tumbuh disitu,” tandasnya.