MATTANEWS.CO, OKI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kayuagung terus menunjukkan komitmennya dalam memenuhi hak-hak dasar Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), khususnya dalam menjalankan ibadah di Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah.
Salah satu upaya nyata yang dilakukan adalah dengan menyelenggarakan Salat Tarawih berjamaah secara rutin dan terorganisir di Masjid Lapas, Selasa (3/3/2026).
Kegiatan ini merupakan rutinitas tahunan, bagian dari strategi besar pembinaan kepribadian berbasis keagamaan. Di bawah pendar lampu masjid yang tenang, para warga binaan tampak khusyuk mengikuti rangkaian salat, menciptakan suasana yang kondusif dan penuh kedamaian di dalam lingkungan pemasyarakatan.
Kalapas Kayuagung, Chandra Syahputra Tarigan, menegaskan bahwa pihak Lapas berupaya maksimal untuk menghadirkan suasana Ramadan yang kental bagi warga binaan, meskipun mereka sedang menjalani masa pidana.
“Kami ingin memastikan bahwa jeruji besi bukan penghalang bagi mereka untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Melalui salat berjamaah ini, kami berupaya menyentuh sisi spiritual mereka agar Ramadan menjadi momentum refleksi dan transformasi karakter yang hakiki,” ujarnya.
Upaya berkelanjutan ini, sambung diharapkan mampu mencetak pribadi yang lebih religius dan disiplin. Lapas Kayuagung percaya bahwa penguatan mental melalui pendekatan agama adalah kunci utama dalam proses reintegrasi sosial,
“Kita berharap saat bebas nanti, napi dapat kembali ke masyarakat dengan akhlak yang lebih baik dan semangat baru,” imbuhnya.
Untuk mendukung kelancaran ibadah tersebut, Lapas Kayuagung juga memperketat koordinasi internal. Sinergi antara jajaran pengamanan dan staf administratif ditingkatkan guna menjamin keamanan tanpa mengurangi kekhusyukan ibadah.
Kepala KPLP, Muhammad Yusuf Pamungkas, mengatakan yang melibatkan petugas piket Tarawih, dan bantuan jaga malam, serta Perwira Piket Malam.
“Seluruh personel bersiaga penuh sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP). Prioritas kami adalah memberikan rasa aman bagi warga binaan saat beribadah, sehingga nilai-nilai religius yang mereka serap dapat benar-benar berdampak positif pada perilaku mereka sehari-hari,” pungkasnya.














