MATTANEWS.CO,KAPUAS HULU – Keluhan warga soal konvoi knalpot brong di jalan Desa Kerangan Panjang–Desa Permata, Kecamatan Pengkadan, memuncak setelah sebuah insiden keributan remaja terekam dan viral di media sosial.
Setiap sore, badan jalan penuh muda-mudi yang nongkrong, memarkir motor seenaknya, dan membunyikan knalpot bebas hambatan. Arus lalu lintas tersendat, kebisingan mengganggu, dan orang tua cemas.
Menanggapi laporan itu, Forkopimcam Pengkadan menggelar kegiatan pada Rabu, 4 Maret 2026 pukul 16.00 WIB.
Apel dipimpin Kapolsek Pengkadan IPTU Dendy Arif Setiady di Kantor Desa Kerangan Panjang, dihadiri Camat Pengkadan Sekoni, S.Sos, Kepala Desa Kerangan Panjang Jafriadi, Pj. Kepala Desa Permata, serta tokoh agama dan tokoh pemuda dua desa.
Seluruh personel diberi arahan utamakan senyum dan dialog, hindari sikap arogan, periksa dengan sopan, dan libatkan orang tua bila perlu.
Di lokasi, petugas mendata sekitar 200 remaja. Dari hasil pengecekan, 23 sepeda motor terbukti memakai knalpot brong.
Petugas memeriksa STNK, kelengkapan kendaraan, dan menggeledah jok untuk memastikan tidak ada sajam, miras, atau narkoba hasilnya bersih.
Para pelanggar diajak ke titik pembinaan darurat di bahu jalan, diberi penyuluhan singkat UU LLAJ, dampak kebisingan, dan pentingnya menghormati ibadah Ramadhan. Masing-masing diberi sanksi push-up sebagai efek jera ringan.
Kapolsek Dendy Arif Setiady menegaskan sikapnya “kami memilih cara humanis, bukan represif. Anak-anak ini kami bina, bukan kami musuhi, “kata IPTU Dendy
Ia katakan, hari ini mereka kami beri kesempatan pulang dan mengganti sendiri knalpotnya dengan yang standar.
“Data kendaraan sudah kami catat kalau besok masih lewat dengan brong di tempat yang sama, motor kami tahan di Polsek dan knalpotnya kami sita untuk dimusnahkan, “tegas Dia
Orang tua beberapa remaja yang hadir ikut mendampingi, sehingga komitmen pergantian knalpot lebih terjamin. Pukul 17.20 WIB seluruh remaja dibubarkan dengan tertib dan arus lalu lintas kembali normal.
IPTU Dendy tambahkan, sinergi Forkopimcam, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan keluarga ini diharapkan menumbuhkan kesadaran, menjaga Kamtibmas.
“Serta memberi warga ruang menjalankan Ramadhan dengan aman, nyaman, dan khidmat, “tutup Kapolsek.














