MATTANEWS.CO, LAMPUNG – Tiwul yang dahulu menjadi pangan pokok masyarakat kini kian terlupakan dan dianggap tidak lagi relevan. Melihat peluang tersebut, sepasang saudari kembar menghadirkan Camilan Twinny, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), yang mengolah tiwul menjadi kerupuk modern dengan lima varian rasa sekaligus memberdayakan petani singkong dan pengrajin tiwul lokal.
Didirikan pada 2023 oleh Ana dan Ani, Camilan Twinny lahir dari kepedulian terhadap fluktuasi harga singkong, semakin terpinggirkannya pengrajin tiwul, serta menurunnya minat generasi muda terhadap pangan khas Indonesia tersebut. Berbasis di Lampung Tengah, usaha rintisan ini mengolah tiwul melalui proses bertahap mulai dari pengolahan bahan, pencampuran bumbu dan tepung, pengukusan, penjemuran, hingga pengemasan.
Selain kerupuk tiwul aneka rasa, Camilan Twinny juga memproduksi berbagai camilan lokal lainnya seperti keripik pisang, basreng, kerupuk bawang, dan tiwul instan, dengan omzet usaha berkisar Rp5–10 juta per bulan. Keunikan usaha ini terletak pada kolaborasinya dengan pelaku usaha lokal, mulai dari pengrajin tiwul hingga produsen tepung mocaf, serta penggunaan bahan baku lokal sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan Bangga Buatan Indonesia.
Camilan Twinny turut memberdayakan tiga ibu rumah tangga setempat sebagai tenaga produksi dengan penghasilan harian sesuai kapasitas kerja. Salah satunya, Siti, mengaku kini memiliki pendapatan tambahan untuk membantu kebutuhan keluarga.
“Alhamdulillah, dari bekerja di sini saya bisa membantu biaya sekolah anak dan kebutuhan rumah tangga. Dulu tidak punya penghasilan, sekarang bisa ikut bantu suami,” ungkap Siti.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel mendampingi pertumbuhan Camilan Twinny sejak awal melalui fasilitasi perizinan usaha, pelatihan, partisipasi pameran, hingga perluasan jejaring, termasuk keikutsertaan dalam Festival Ultra Mikro (UMI) Kementerian Keuangan RI 2024 sebagai pemenang UMI Youthpreneur 2023 serta SMEXPO Bandar Lampung 2024.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menyampaikan bahwa Camilan Twinny menjadi contoh bagaimana UMKM dapat tumbuh dari kepedulian sosial.
“UMKM Camilan Twinny membuktikan bahwa pangan tradisional bisa kembali hidup lewat inovasi. Kami bangga mendampingi perjalanan mereka sejak awal, sekaligus melihat kolaborasi dengan UMKM lokal membuka peluang tumbuh yang berkelanjutan,” ujar Rusminto.
Melalui pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berbasis pemberdayaan ekonomi, pengembangan UMKM Camilan Twinny turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan), Tujuan 2 (Tanpa Kelaparan), Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).














