MATTANEWS.CO, SIDOARJO — SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Smamda) kembali menggelar kegiatan Baitul Arqam 2026 sebagai program pembinaan keislaman yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Kegiatan ini menjadi salah satu syarat kelulusan bagi seluruh siswa kelas XI.
Pada tahun ini, Baitul Arqam mengusung tema “Penguatan Aqidah dan Ibadah Menuju Kader Muhammadiyah yang Beriman, Berilmu, dan Santun di Tengah Tantangan Zaman.” Tema tersebut menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai keislaman bagi generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin pesat.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan berbagai pembekalan ilmu agama yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Materi yang diberikan meliputi penguatan aqidah, tata cara ibadah seperti salat, jamak dan qasar, pengurusan jenazah, doa dan dzikir, serta praktik bersuci seperti wudu dan tayamum.
Salah satu sesi yang menjadi perhatian peserta adalah muhasabah yang dilaksanakan setelah salat tarawih pada Selasa (10/3/2026) malam. Dalam sesi tersebut, siswa diajak melakukan refleksi diri untuk mengevaluasi amal perbuatan, sikap, serta niat agar menjadi pribadi yang lebih baik.
Master of Trainer Baitul Arqam 2026, Tikno, menegaskan bahwa kegiatan ini wajib diikuti oleh seluruh siswa sebagai bagian dari persyaratan kelulusan.
“Pelaksanaan Baitul Arqam ini wajib diikuti oleh seluruh siswa Smamda Sidoarjo sebagai syarat kelulusan. Jika tidak lulus, siswa dapat mengikuti kembali pada tahun berikutnya,” ujarnya.
Sesi muhasabah menghadirkan narasumber Ustaz Suhadi, seorang motivator nasional. Materi yang disampaikan secara inspiratif dan diselingi humor membuat suasana tetap khidmat sekaligus menarik perhatian para siswa.
Menurut Tikno, kegiatan Baitul Arqam bertujuan membentuk kader Muhammadiyah yang berkemajuan, berakhlak mulia, serta mampu menghadapi tantangan zaman. Di tengah derasnya arus informasi digital, siswa diharapkan tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki etika dan kesantunan dalam bermedia sosial.
Ia menambahkan, pihak sekolah juga melakukan pemantauan terhadap aktivitas siswa di media sosial sebagai bagian dari pembinaan karakter.
“Kami sebagai pendidik juga memeriksa platform media sosial para siswa. Jika terdapat konten yang bertentangan dengan nilai-nilai aqidah Islam, kami tidak segan memberikan sanksi hingga menggugurkan kelulusan yang telah diperoleh siswa,” tegasnya.
Dalam proses evaluasi kegiatan, terdapat tiga kategori kelulusan bagi peserta, yaitu lulus, lulus bersyarat, dan tidak lulus. Siswa yang lulus bersyarat tidak perlu mengulang kegiatan, namun diwajibkan menyetorkan hafalan surat dan doa pada waktu tertentu, seperti saat jam istirahat. Sementara itu, siswa yang tidak lulus dapat mengikuti kembali kegiatan tersebut pada tahun berikutnya.
“Melalui kegiatan Baitul Arqam ini, siswa Smamda Sidoarjo diharapkan tidak hanya memperoleh ijazah akademik, tetapi juga pembinaan keagamaan sebagai bekal menjalani kehidupan di masa depan, baik di dunia maupun akhirat,” imbuh Tikno.
Salah satu siswi kelas XI, Lintang Titian, mengaku senang dan antusias mengikuti kegiatan tersebut karena memberikan banyak manfaat bagi pembentukan karakter.
“Senang dan seru ikut kegiatan Baitul Arqam. Banyak manfaat untuk melatih kedisiplinan dan menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.














