BERITA TERKINIHEADLINENUSANTARAPEMERINTAHANPOLITIK

Aktivis Muda Purwakarta Sebut Program MBG Jadi Motor Baru Ekonomi Lokal dan Nasional

×

Aktivis Muda Purwakarta Sebut Program MBG Jadi Motor Baru Ekonomi Lokal dan Nasional

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PURWAKARTA – Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dinilai bukan sekadar bantuan sosial, melainkan instrumen strategis untuk menggerakkan roda ekonomi dari level akar rumput.

Aktivis muda asal Purwakarta, Ahmad Abqory Hisan menyatakan bahwa program ini telah menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang signifikan.

Petani, peternak, dan pengusaha mikro (UMKM) kini menempati posisi sentral sebagai pemasok utama kebutuhan dapur MBG, yang pada gilirannya membuka lapangan kerja baru di daerah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama ekonomi nasional dengan kontribusi mencapai 53,88% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2025 di angka 5%, program berbasis konsumsi seperti MBG dianggap relevan dalam menjaga momentum tersebut.

Peningkatan permintaan bahan pangan lokal melalui MBG secara otomatis menggerakkan sektor pertanian dan perikanan.

Hal ini memicu partisipasi aktif masyarakat lokal untuk terlibat langsung dalam rantai pasok, mulai dari produksi bahan baku hingga proses distribusi.

Selain dampak konsumsi, MBG berkontribusi dalam menekan angka pengangguran yang tercatat sebanyak 7,46 juta orang pada tahun 2025.

Program ini menyasar tiga sektor utama penyerap tenaga kerja, yaitu:

Sektor Pertanian: Produksi bahan mentah.
Industri Pengolahan: Pengemasan dan pengolahan pangan.
Penyediaan Makan dan Minum: Operasional dapur dan katering.

Salah satu keunggulan MBG adalah kemudahan akses bagi masyarakat sipil. Program ini dirancang tanpa prosedur birokrasi yang rumit, sehingga memungkinkan keterlibatan masyarakat luas tanpa perlu bergantung pada relasi khusus.

Hal ini dinilai menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih adil dan inklusif.

Secara sosial, MBG menyasar kelompok rentan seperti pelajar, santri, ibu hamil, dan balita. Selain mengintervensi kebutuhan gizi nasional, program ini secara langsung mengurangi beban pengeluaran rumah tangga, yang pada akhirnya memperkuat daya beli masyarakat di tingkat lokal.(*)