BERITA TERKINIEKONOMI & BISNISHEADLINENUSANTARA

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Berdayakan Perempuan Talang Betutu, Olah Limbah Jelantah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

×

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Berdayakan Perempuan Talang Betutu, Olah Limbah Jelantah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Limbah minyak jelantah rumah tangga di Kelurahan Talang Betutu, Kota Palembang, kini dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi oleh perempuan yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Kemuning di Kampung Kreatif Pelangi. Program ini berkembang melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang dengan mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi yang dipasarkan sebagai cendera mata.

Minyak jelantah yang dibuang langsung tanpa diolah berisiko mencemari lingkungan permukiman. Sebelum program ini berjalan, minyak sisa penggorengan dari rumah tangga dan pedagang gorengan di sekitar Talang Betutu umumnya tidak dikelola dengan baik. Kondisi tersebut mendorong warga mengumpulkan minyak jelantah dari rumah tangga dan pedagang sekitar untuk dimurnikan dan diolah menjadi lilin aromaterapi sehingga limbah yang sebelumnya berpotensi mencemari lingkungan kini memiliki nilai ekonomi.

Program yang telah berjalan selama dua tahun ini mampu memproduksi sekitar 1.000 lilin per bulan dengan harga jual Rp4.000 hingga Rp10.000 per unit. Produk lilin dipasarkan dengan beberapa varian aroma, salah satunya lavender yang cukup diminati konsumen. Dari penjualan tersebut, kelompok memperoleh omzet rata-rata sekitar Rp1,5 juta per bulan yang dikelola sebagai kas kolektif bagi 25 anggota. Bahan baku minyak jelantah biasanya dibeli dari pedagang sekitar dengan kisaran harga Rp50.000 hingga Rp60.000 per kaleng berukuran sekitar 20 kilogram.

Ketua RT 30 Kampung Kreatif Pelangi Langturif, Rusli, mengatakan kegiatan ini turut mengubah kebiasaan warga dalam mengelola limbah rumah tangga.

“Minyak jelantah yang sebelumnya dibuang kini dikumpulkan dan diolah menjadi lilin. Hasilnya menjadi tabungan untuk ibu-ibu di lingkungan kami,” ujar Rusli.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengatakan pendekatan berbasis komunitas dilakukan agar program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan berkelanjutan.

“Pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi tidak hanya meningkatkan keterampilan produktif masyarakat, tetapi juga mendorong pengelolaan limbah rumah tangga yang lebih bertanggung jawab serta memiliki nilai ekonomi,” jelas Rusminto.

Program ini sejalan dengan komitmen Pertamina dalam mendukung _Sustainable Development Goals_ (SDGs), khususnya Tujuan 5 tentang Kesetaraan Gender, Tujuan 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, Tujuan 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta Tujuan 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.