BERITA TERKINI

Pertumbuhan Ekonomi Tulungagung 2025 Tembus 5,75 Persen, Tertinggi dalam 12 Tahun, Bupati Gatut Sunu: Ini Bukti Pemulihan Tuntas dan Fondasi Kebangkitan Daerah

×

Pertumbuhan Ekonomi Tulungagung 2025 Tembus 5,75 Persen, Tertinggi dalam 12 Tahun, Bupati Gatut Sunu: Ini Bukti Pemulihan Tuntas dan Fondasi Kebangkitan Daerah

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Kabupaten Tulungagung Provinsi Jawa Timur mencatat capaian ekonomi impresif pada 2025. Laju pertumbuhan ekonomi daerah ini menembus 5,75 persen, menjadi angka tertinggi dalam 12 tahun terakhir sekaligus menandai momentum kebangkitan ekonomi yang paling kuat pascapandemi.

Capaian tersebut disampaikan Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., dalam keterangan resmi, Jumat (27/3/2026). Ia menegaskan, lonjakan pertumbuhan itu bukan sekadar angka statistik, melainkan sinyal nyata bahwa mesin ekonomi Tulungagung bergerak semakin agresif dan mulai mampu melampaui capaian regional.

“Angka 5,75 persen ini bukan hanya pertumbuhan, tetapi bukti bahwa Tulungagung mampu bangkit lebih cepat, lebih kuat, dan lebih kompetitif. Ini hasil dari kerja bersama seluruh elemen daerah, mulai pemerintah, pelaku usaha, petani, UMKM, hingga masyarakat,” kata Bupati Gatut Sunu.

Tulungagung Lampaui Jawa Timur

Berdasarkan data yang diolah dari Badan Pusat Statistik (BPS) sebagaimana tergambar dalam infografik resmi, pertumbuhan ekonomi Tulungagung tahun 2025 tercatat 5,75 persen, lebih tinggi dibanding Provinsi Jawa Timur yang berada di angka 5,33 persen.

Capaian ini menjadi penting karena untuk pertama kalinya sejak 2014, Tulungagung berhasil menyalip pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.

Dalam infografik tersebut terlihat, pada 2014 Tulungagung sempat tumbuh 5,46 persen, namun masih di bawah Jawa Timur yang mencapai 5,86 persen. Ketimpangan itu terus membayangi dalam beberapa tahun berikutnya, sebelum akhirnya pada 2025 Tulungagung berhasil membalik keadaan.

“Ini adalah tonggak baru. Selama bertahun-tahun kita selalu dibandingkan dengan capaian provinsi dan cenderung tertinggal. Sekarang, Tulungagung menunjukkan bahwa kita bisa berdiri sejajar, bahkan melampaui,” ujarnya.

Pernah Terpuruk Saat Pandemi

Perjalanan ekonomi Tulungagung menuju titik tertinggi ini tidak berlangsung mudah. Pada 2020, saat pandemi Covid-19 menghantam hampir seluruh sektor, ekonomi Tulungagung sempat terkontraksi hingga minus 3,09 persen, lebih dalam dibanding kontraksi Jawa Timur yang berada di minus 2,33 persen.

Pukulan itu sempat menjadi alarm serius bagi perekonomian daerah. Aktivitas perdagangan, jasa, konsumsi rumah tangga, hingga produktivitas pelaku usaha ikut tertekan.

Namun setelah masa sulit tersebut, Tulungagung perlahan menunjukkan pemulihan bertahap. Pada 2021, laju pertumbuhan mulai bangkit di angka 3,53 persen, lalu terus meningkat hingga menyentuh 4,86 persen pada 2024, sebelum akhirnya melonjak ke 5,75 persen pada 2025.

“Kita pernah jatuh cukup dalam pada masa pandemi. Tetapi justru dari situ kita belajar membangun daya tahan ekonomi yang lebih kuat. Hari ini hasilnya mulai terlihat nyata,” tegasnya.

Sinyal Percepatan Pembangunan

Menurut Bupati Gatut Sunu, lonjakan pertumbuhan sebesar 0,89 persen dibanding 2024 menjadi indikator bahwa Tulungagung tidak hanya pulih, tetapi mulai masuk ke fase percepatan pembangunan.

Ia menilai, tren positif ini didorong oleh meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, geliat sektor perdagangan, penguatan UMKM, pembangunan infrastruktur, serta membaiknya kepercayaan dunia usaha terhadap iklim investasi di daerah.

“Ketika ekonomi tumbuh tinggi, itu berarti ada perputaran uang, ada aktivitas usaha, ada optimisme masyarakat, dan ada ruang lebih besar untuk membuka lapangan pekerjaan. Ini yang ingin terus kita jaga,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah tidak ingin pertumbuhan tinggi hanya berhenti sebagai capaian tahunan, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di tingkat bawah.

“Pertumbuhan ekonomi harus punya wajah yang jelas: kesejahteraan rakyat, kesempatan kerja, pendapatan masyarakat yang naik, dan pembangunan yang terasa sampai ke desa-desa,” imbuhnya.

Fokus Jaga Momentum

Pemkab Tulungagung, lanjut Bupati Gatut Sunu, akan berupaya menjaga momentum tersebut agar pertumbuhan ekonomi tetap stabil dan berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang.

Beberapa fokus yang akan terus diperkuat antara lain sektor riil, pemberdayaan UMKM, pengembangan potensi pertanian dan perdagangan, hingga peningkatan daya saing daerah agar Tulungagung tidak hanya tumbuh cepat, tetapi juga kuat secara struktur ekonomi.

“Kita tidak boleh cepat puas. Justru saat mencatat pertumbuhan tertinggi seperti ini, tantangannya adalah bagaimana mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas pertumbuhan itu agar manfaatnya semakin luas,” tandasnya.

Momentum Emas Tulungagung

Capaian pertumbuhan ekonomi 5,75 persen pada 2025 kini menjadi penanda bahwa Tulungagung sedang memasuki momentum emas pembangunan daerah. Setelah sempat terpuruk akibat pandemi, Tulungagung berhasil membuktikan diri sebagai daerah yang tangguh, adaptif, dan mampu bangkit dengan kecepatan tinggi.

Jika tren ini terus dijaga, Tulungagung bukan hanya sekadar pulih, melainkan sedang bergerak menjadi salah satu motor ekonomi baru di wilayah selatan Jawa Timur.

Kini, tantangannya bukan lagi sekadar bangkit tetapi memastikan kebangkitan itu tidak berhenti di angka, melainkan benar-benar menjelma menjadi kesejahteraan nyata bagi seluruh masyarakat.