BERITA TERKININUSANTARAPEMERINTAHAN

Bupati Tulungagung Ajak Forum Perempuan Se-Bakorwil 1 Madiun Perkuat Sinergi Pembangunan

×

Bupati Tulungagung Ajak Forum Perempuan Se-Bakorwil 1 Madiun Perkuat Sinergi Pembangunan

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Bupati Tulungagung Provinsi Jawa Timur, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam menggerakkan pembangunan daerah. Pesan itu disampaikan saat membuka Forum Sinergi Perempuan se-Bakorwil 1 Madiun di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kabupaten Tulungagung, Selasa (31/3/2026).

Dalam forum yang mempertemukan unsur TP PKK, Dharma Wanita Persatuan, organisasi perempuan, hingga Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia dari berbagai kabupaten/kota di wilayah Bakorwil 1 Madiun, Bupati menekankan bahwa kolaborasi lintas daerah bukan sekadar seremoni, tetapi langkah nyata memperkuat pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Sinergi yang kuat harus terus kita bangun. Tantangan ke depan tidak ringan, terutama menghadapi dinamika geopolitik yang pasti berdampak pada perekonomian daerah,” tegas Bupati Gatut Sunu dalam sambutannya.

Tulungagung Sambut Delegasi Perempuan Se-Bakorwil 1 Madiun

Dalam sambutannya, Bupati Tulungagung menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh tamu dan peserta forum dari wilayah Ngawi, Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Pacitan, Magetan, Kediri, Ponorogo, Kota Kediri, hingga Trenggalek.

Ia menyebut kehadiran para tokoh dan organisasi perempuan di Tulungagung sebagai sebuah kehormatan sekaligus momentum penting untuk mempererat silaturahmi antarwilayah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tulungagung, saya menyampaikan selamat datang kepada forum dan organisasi perempuan se-Bakorwil 1 Madiun di Kabupaten Tulungagung. Kehadiran panjenengan semua merupakan kehormatan bagi kami,” ujarnya.

Masih dalam nuansa bulan Syawal, Gatut juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh undangan yang hadir.

Bupati Paparkan Potensi Besar Tulungagung

Di hadapan peserta forum, Bupati Gatut Sunu tidak hanya berbicara soal sinergi perempuan, tetapi juga memaparkan potensi unggulan Kabupaten Tulungagung yang selama ini menjadi kekuatan pembangunan daerah.

Ia menyebut Tulungagung sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Jawa Timur, dengan capaian produksi yang signifikan. Produksi padi disebut mencapai 301.470 ton per tahun, sementara jagung menyentuh angka 365.343 ton per tahun.

Tak berhenti di sektor pangan, Tulungagung juga berkembang dalam sektor perkebunan dan hortikultura, termasuk komoditas tembakau dan buah belimbing yang kini telah tumbuh menjadi destinasi agrowisata petik buah.

“Kabupaten Tulungagung memiliki sejarah panjang lebih dari delapan abad. Dari daerah rawa, kini berkembang menjadi daerah dengan pembangunan yang pesat di bidang ekonomi, sosial, dan budaya,” ungkapnya.

Peternakan, Perikanan, dan Wisata Jadi Motor Ekonomi

Bupati Gatut Sunu juga menyoroti sektor peternakan dan perikanan yang terus menunjukkan perkembangan signifikan. Untuk sektor kelautan dan perikanan, Tulungagung mencatat capaian produksi perikanan tangkap pada tahun 2025 sebesar 9.816 ton.

Sementara di sektor budidaya, sejumlah komoditas seperti lele, patin, gurami, dan ikan hias mas koki dinilai telah memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Tak kalah penting, sektor pariwisata juga disebut menjadi kekuatan besar Tulungagung. Deretan pantai di kawasan Jalur Lintas Selatan (JLS), kekayaan budaya seperti Tari Reog Kendang dan Tari Jaranan, hingga geliat wisata lokal menjadikan Tulungagung sebagai daerah dengan daya tarik yang terus tumbuh.

“Jumlah kunjungan wisatawan di Kabupaten Tulungagung rata-rata mencapai kurang lebih 1,5 juta wisatawan per tahun, baik domestik maupun mancanegara,” katanya.

Batik, Konveksi, hingga Marmer Jadi Identitas Ekonomi Tulungagung

Dalam forum tersebut, Bupati Gatut Sunu juga memperkenalkan wajah ekonomi kreatif Tulungagung yang semakin berkembang. Ia menyebut sektor batik Tulungagung, industri konveksi, serta industri tas dan perlengkapan militer sebagai bagian dari penggerak ekonomi lokal.

Tak hanya itu, Tulungagung juga terus dikenal luas sebagai salah satu daerah penghasil marmer terbesar di Indonesia, yang membuatnya lekat dengan julukan Kota Marmer.

Menurutnya, seluruh potensi tersebut hanya akan memberikan dampak besar jika dikelola melalui kolaborasi erat antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan kerja sama antar-daerah.

Pembangunan Positif, Tapi Tantangan Ke Depan Makin Berat

Bupati Gatut Sunu mengakui, pembangunan di Tulungagung saat ini menunjukkan tren yang positif. Hal itu tercermin dari berbagai indikator seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan, hingga pembangunan infrastruktur.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidak bisa dianggap ringan. Ketidakpastian global, tekanan ekonomi, hingga perubahan sosial menuntut seluruh elemen daerah untuk bergerak lebih cepat dan lebih solid.

“Kami menyadari, keberhasilan pembangunan daerah tidak akan tercapai tanpa kerja keras dan kontribusi bersama dari seluruh pihak,” ujarnya.

Ajak Organisasi Perempuan Jadi Kekuatan Pembangunan Inklusif

Di bagian akhir sambutannya, Bupati Tulungagung menaruh harapan besar kepada seluruh organisasi perempuan di wilayah Bakorwil 1 Madiun untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat pembangunan yang merata dan berkeadilan.

Ia menegaskan, peran perempuan tidak lagi bisa ditempatkan di pinggir pembangunan. Sebaliknya, perempuan harus menjadi bagian utama dalam merumuskan arah kemajuan sosial, ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan keluarga.

“Saya mengajak kita semua, terutama organisasi perempuan di wilayah Bakorwil 1 Madiun, untuk terus menjalin sinergi dan kerja sama, sehingga dapat memperkuat pembangunan yang inklusif, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.

Forum ini pun menjadi penanda bahwa sinergi perempuan lintas daerah bukan hanya ruang silaturahmi, melainkan kekuatan sosial yang nyata. Ketika perempuan bergerak bersama, pembangunan tidak hanya tumbuh—tetapi juga menjadi lebih kokoh, lebih adil, dan lebih membumi.

Pesan Bupati Tulungagung jelas: masa depan daerah tidak bisa dibangun dengan kerja sektoral dan ego wilayah. Sinergi adalah keharusan, dan perempuan adalah salah satu poros utamanya. Jika kolaborasi ini benar-benar dijaga, maka Bakorwil 1 Madiun tidak hanya akan kuat secara organisasi, tetapi juga tangguh dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan.