BERITA TERKININUSANTARAPEMERINTAHANSPORT

Pengurus IWbA Tulungagung 2026–2031 Resmi Dilantik, Pemkab Dorong Woodball Jadi Olahraga Prestasi

×

Pengurus IWbA Tulungagung 2026–2031 Resmi Dilantik, Pemkab Dorong Woodball Jadi Olahraga Prestasi

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG — Pemerintah Kabupaten Tulungagung Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya mendorong olahraga woodball naik kelas, tidak hanya sebagai cabang olahraga alternatif, tetapi juga sebagai ladang lahirnya atlet-atlet berprestasi. Penegasan itu mengemuka dalam Pelantikan Pengurus Kabupaten Indonesia Woodball Association (IWbA) Tulungagung masa bakti 2026–2031 di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Rabu (1/4/2026).

Sambutan Bupati Tulungagung H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E. pada acara tersebut dibacakan oleh Penjabat Sekretaris Daerah Tulungagung, Soeroto, S.Sos., M.M. Dalam pesannya, Bupati menekankan bahwa pelantikan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan titik awal tanggung jawab besar untuk membesarkan organisasi sekaligus membina atlet secara serius.

“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan awal dari sebuah tanggung jawab besar dalam mengembangkan organisasi serta membina para atlet agar mampu berprestasi, baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional,” demikian pesan Bupati yang dibacakan Soeroto.

Acara pelantikan itu turut dihadiri kepala organisasi perangkat daerah, perwakilan IWbA Provinsi Jawa Timur, Ketua Umum Pengurus Kabupaten IWbA Tulungagung Dwi Hari Subagyo, S.STP., M.M., Ketua Umum KONI Tulungagung H. Agus Santosa, S.H., Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Tulungagung, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung, kepala OPD, serta jajaran pengurus IWbA yang baru dilantik.

Pemkab Tulungagung Ingin Woodball Lebih Dikenal Masyarakat

Dalam sambutannya, Bupati melalui Pj Sekda menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus baru yang kini memegang estafet kepemimpinan organisasi woodball di Tulungagung. Pemerintah berharap kepengurusan baru mampu membawa cabang olahraga ini lebih dikenal, lebih diminati, dan lebih kompetitif.

Menurutnya, tantangan terbesar pengurus ke depan bukan hanya menjaga organisasi tetap hidup, tetapi juga memastikan woodball benar-benar hadir di tengah masyarakat, terutama kalangan pelajar dan generasi muda.

“Saya berharap kepengurusan yang baru ini dapat membawa olahraga woodball di Kabupaten Tulungagung menjadi lebih dikenal dan populer di tengah masyarakat,” bunyi sambutan tersebut.

Pesan itu sekaligus menjadi sinyal bahwa pengembangan olahraga di daerah tak lagi cukup berhenti pada agenda perlombaan. Pemerintah menginginkan ada ekosistem pembinaan yang kuat, mulai dari pengenalan olahraga, pembibitan atlet, pelatihan berkelanjutan, hingga pencapaian prestasi.

Target Besar: Lahirkan Atlet Berprestasi dari Tulungagung

Pemkab juga menaruh harapan besar agar dari kepengurusan baru ini lahir langkah-langkah nyata untuk mencetak atlet woodball yang mampu berbicara di level lebih tinggi. Semakin luas partisipasi masyarakat, semakin besar pula peluang Tulungagung memiliki atlet potensial yang bisa membawa nama daerah ke panggung kompetisi.

“Dengan semakin meningkatnya minat dan partisipasi masyarakat, kita optimistis akan lahir atlet-atlet woodball yang berprestasi dan mampu mengharumkan nama Kabupaten Tulungagung,” lanjut sambutan Bupati.

Pernyataan tersebut menegaskan arah kebijakan olahraga daerah yang tak sekadar mengejar ramai peserta, tetapi juga menyiapkan prestasi sebagai output utama. Dalam konteks itu, IWbA dituntut tidak hanya aktif secara administratif, tetapi juga mampu membangun sistem pembinaan yang konsisten.

Kunci Pengembangan: Kolaborasi, Pembinaan, dan Komitmen

Pemerintah Kabupaten Tulungagung memandang keberhasilan pengembangan woodball tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja. Diperlukan kerja kolektif antara organisasi, pemerintah, sekolah, komunitas olahraga, hingga masyarakat luas.

Bupati melalui sambutannya menegaskan bahwa kerja sama yang solid, program pembinaan yang terarah, dan komitmen kuat seluruh pengurus menjadi fondasi utama untuk mengembangkan cabang olahraga ini secara berkelanjutan.

“Sinergi dengan berbagai pihak, baik pemerintah, sekolah, komunitas olahraga, maupun masyarakat luas, menjadi kunci dalam mengembangkan cabang olahraga ini,” tegas Soeroto.

Pernyataan ini penting karena woodball sebagai cabang olahraga yang belum sepopuler sepak bola, voli, atau bulu tangkis, membutuhkan pendekatan yang lebih agresif dalam hal promosi dan pembinaan. Sekolah dan komunitas dinilai bisa menjadi pintu masuk strategis untuk memperluas basis pemain sekaligus menjaring bibit atlet.

Pemkab Pastikan Dukungan untuk Dunia Olahraga

Di hadapan pengurus yang baru dilantik, Pemerintah Kabupaten Tulungagung juga memastikan dukungan terhadap perkembangan olahraga, termasuk woodball. Dukungan itu dinilai penting karena olahraga tidak hanya bicara soal medali, tetapi juga menyangkut pembentukan karakter, disiplin, dan kualitas sumber daya manusia.

“Pemerintah Kabupaten Tulungagung tentunya akan terus memberikan dukungan terhadap perkembangan olahraga, termasuk woodball, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta prestasi daerah di bidang olahraga,” ujarnya.

Selain soal pembinaan teknis, pengurus dan atlet juga diingatkan agar terus menjunjung nilai-nilai dasar olahraga, seperti sportivitas, disiplin, dan semangat juang. Tiga nilai itu disebut sebagai fondasi penting bagi organisasi maupun atlet yang ingin bertahan dan menang dalam kompetisi.

Pelantikan Jadi Titik Awal, Bukan Garis Akhir

Pelantikan Pengurus Kabupaten IWbA Tulungagung masa bakti 2026–2031 menjadi momentum penting bagi masa depan woodball di daerah ini. Namun, ekspektasi publik tentu tidak berhenti pada prosesi pelantikan dan foto bersama.

Yang ditunggu berikutnya adalah langkah nyata: agenda pembinaan, kompetisi berjenjang, regenerasi atlet, hingga capaian prestasi yang terukur. Sebab di dunia olahraga, legitimasi organisasi bukan dibangun dari seremoni, melainkan dari hasil kerja di lapangan.

Kini, tantangannya sederhana tetapi berat: apakah IWbA Tulungagung hanya akan menjadi organisasi yang aktif di atas kertas, atau benar-benar menjadi mesin lahirnya atlet woodball yang membanggakan daerah.