BERITA TERKININUSANTARATNI DAN POLRI

Tingkatkan Profesionalisme Babinsa di Tapal Batas, Dandim 1206/Psb: Latnister Bekal Wajib Hadapi Dinamika Wilayah 

×

Tingkatkan Profesionalisme Babinsa di Tapal Batas, Dandim 1206/Psb: Latnister Bekal Wajib Hadapi Dinamika Wilayah 

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Kodim 1206/Putussibau menggelar Latihan Teknis Teritorial Latnister sebagai langkah strategis mengasah kemampuan dan meningkatkan profesionalisme aparat kewilayahan di perbatasan. Kegiatan dipusatkan di Aula Alambhana Makodim 1206/Putussibau, Jumat 10 April 2026.

Dandim 1206 Putussibau Letkol Arm Andreas Prabowo Putro menegaskan, Latnister bukan sekedar agenda rutin pembinaan satuan. Latihan ini menjadi bekal wajib bagi seluruh Babinsa agar adaptif, responsif, dan mampu menjadi solusi di tengah masyarakat.

“Latihan teknis teritorial ini penting untuk menunjang tugas pokok TNI AD, khususnya dalam menjalin kemanunggalan TNI dengan rakyat. Babinsa harus hadir sebagai pemecah masalah, bukan penonton di wilayahnya,” tegas Letkol Arm Andreas Prabowo Putro.

Babinsa Ujung Tombak di 23 Kecamatan

Kodim 1206 Putussibau membawahi wilayah teritorial Kabupaten Kapuas Hulu yang terdiri dari 23 kecamatan, berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia. Karakteristik wilayah yang luas, medan berat, dan beragam potensi kerawanan membuat peran Babinsa sangat vital.

Karena itu, Letkol Arm Andreas menekankan seluruh Babinsa jajaran wajib memahami doktrin teritorial secara utuh.

“Babinsa adalah mata, telinga, sekaligus tangan Kodim di desa. Kalau Babinsa kuat, ketahanan wilayah juga kuat,” ujarnya.

Materi Lengkap: Dari Komsos hingga Pengumpulan Data Teritorial

Latnister kali ini diikuti seluruh Babinsa Kodim 1206/Putussibau dengan antusias. Materi yang diberikan mencakup empat pokok utama:

1. Metode Pembinaan Teritorial Binter – cara merencanakan dan melaksanakan binter yang tepat sasaran.

2. Komunikasi Sosial Komsos – teknik membangun kedekatan dan kepercayaan dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, dan warga.

3. Pembinaan Ketahanan Wilayah – langkah deteksi dini, cegah dini, dan temu cepat lapor cepat terhadap potensi gangguan.

4. Teknik Pengumpulan Data Teritorial – pemutakhiran data geografi, demografi, dan kondisi sosial di desa binaan

“Teori saja tidak cukup. Peserta langsung praktik. Ada simulasi komsos, cara menyusun data teritorial, sampai studi kasus penyelesaian konflik sosial di desa,” jelas Letkol Arm Andreas Prabowo Putro.

Tuntutan Zaman: Babinsa Harus Melek Teknologi dan Isu Sosial

Dandim menyebut tantangan Babinsa hari ini berbeda dengan 10 tahun lalu. Isu karhutla, narkoba di perbatasan, inflasi pangan, stunting, hingga penyebaran informasi hoaks butuh respons cepat dan tepat.

“Babinsa tidak boleh gagap teknologi. Data harus akurat, laporan cepat, dan komunikasi dengan Forkopimcam solid. Makanya Latnister ini kita desain aplikatif. Habis latihan, langsung bisa dipakai di lapangan,” katanya.

Letkol Arm Andreas juga mengingatkan prinsip “Delapan wajib TNI” dan “Sumpah Prajurit” harus jadi napas setiap Babinsa. Kehadiran TNI di desa harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Sinergi Tiga Pilar Jadi Kunci

Dalam arahannya, Dandim menekankan pentingnya sinergi tiga pilar desa: Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Kepala Desa. Tiga unsur ini wajib kompak menjaga stabilitas dan mendorong pembangunan.

“Kalau ada masalah, selesaikan di tingkat bawah. Musyawarah, jangan biarkan membesar. Babinsa harus jadi perekat, bukan pemecah belah,” pesan Letkol Arm Andreas Prabowo Putro.

Ia mencontohkan, saat musim kemarau, Babinsa harus aktif sosialisasi cegah karhutla bersama Polri dan perangkat desa. Saat musim tanam, Babinsa bantu pendampingan pertanian. Saat ada ODGJ atau warga sakit, Babinsa jadi penghubung ke Dinsos dan Dinkes.

Target: Babinsa Profesional, Rakyat Terlindungi

Latnister Kodim 1206/Putussibau digelar satu hari penuh dan berjalan tertib, lancar, serta mengedepankan semangat kebersamaan.

Dandim berharap output latihan langsung terlihat dalam kinerja Babinsa sebulan ke depan.

“Ukuran berhasilnya Latnister sederhana: Babinsa makin dicintai rakyat, laporan cepat dan akurat, serta wilayah binaan aman dan kondusif. Itu target kita,” tutup Letkol Arm Andreas Prabowo Putro.

Dengan 278 desa di Kapuas Hulu, profesionalisme Babinsa menjadi benteng pertama ketahanan wilayah. Latnister menjadi investasi Kodim 1206/Putussibau agar TNI AD tetap relevan menjawab kebutuhan rakyat di tapal batas negeri. (*)