BERITA TERKININUSANTARAPEMERINTAHAN

Budi Prasetyo Nahkodai ISSI Kapuas Hulu 2025–2029, Ketua Koni Anwar Sanusi: Sepeda Sarana Bentuk Karakter, Persatuan, dan Prestasi Daerah

×

Budi Prasetyo Nahkodai ISSI Kapuas Hulu 2025–2029, Ketua Koni Anwar Sanusi: Sepeda Sarana Bentuk Karakter, Persatuan, dan Prestasi Daerah

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Kepengurusan baru Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kabupaten Kapuas Hulu periode 2025–2029 resmi dikukuhkan. Budi Prasetyo dipercaya memimpin organisasi olahraga balap sepeda di kabupaten paling timur Kalimantan Barat. Sabtu (11/4)

Pengukuhan tersebut dihadiri pengurus ISSI Kapuas Hulu, Ketua KONI Kapuas Hulu beserta pengurus, perwakilan klub sepeda, dan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kapuas Hulu.

Budi Prasetyo: Sepeda Lebih dari Sekadar Olahraga

Dalam sambutan perdananya, Budi Prasetyo menekankan bahwa ISSI tidak boleh dipandang sebatas aktivitas fisik. Lebih dari itu, sepeda adalah instrumen pembinaan karakter dan pemersatu masyarakat lintas usia.

“Olah raga Ikatan Sport Sepeda Indonesia ISSI bukan sekedar aktivitas fisik, tetapi juga merupakan sarana untuk membentuk karakter, mempererat persatuan, dan mengukir prestasi suatu daerah. Kita memiliki potensi yang besar dalam bidang olahraga ini dan diminati banyak kalangan masyarakat, terutama generasi muda, anak-anak, dan juga lansia,” tegas Budi Prasetyo saat dikonfirmasi wartawan Mattanews.co

Menurut Budi, kontur alam Kapuas Hulu yang berbukit, jalur Putussibau–Badau, hingga kawasan Danau Sentarum sangat ideal untuk pengembangan disiplin MTB cross country, downhill, serta road bike. Potensi itu yang akan dimaksimalkan melalui pembinaan berjenjang.

Ketua KONI Anwar Sanusi: Momentum Kembalikan Kapuas Hulu ke Peta Prestasi

Ketua KONI Kabupaten Kapuas Hulu Anwar Sanusi menyambut positif terpilihnya Budi Prasetyo.

Ia menilai semangat baru di tubuh ISSI harus dimanfaatkan untuk mengembalikan balap sepeda Kapuas Hulu ke papan atas Porprov Kalbar.

“Saya sepakat dengan Bung Budi. ISSI ini bukan cuma soal keringat dan medali. Ini soal karakter dan persatuan. Dari sepeda, anak-anak belajar disiplin, sportivitas, dan pantang menyerah. Dari sepeda juga warga lintas usia bisa kumpul, sehat bersama, dan bangga sebagai orang Kapuas Hulu,” kata Bang Boy panggilan akrabnya.

Bang Boy menambahkan, KONI siap mengawal program ISSI terutama dalam aspek manajemen organisasi, penyusunan kurikulum latihan, dan fasilitasi ke Pemda.

“Potensi kita besar, peminat banyak dari SD sampai lansia. Tinggal pembinaannya diseriusi. Target kita, dalam periode ini ISSI sudah kirim wakil ke Pra-PON,” ujarnya.

Program Kerja: Bibit Atlet, Pelatih Bersertifikat, dan Kalender Event

Budi Prasetyo memaparkan tiga prioritas 100 hari kerja. Pertama, pendataan atlet, pelatih, mekanik, dan klub aktif di seluruh kecamatan.

Kedua, pelatihan pelatih dan mekanik bersertifikat standar PB ISSI agar pembinaan sesuai kaidah sport science.

Ketiga, menggulirkan event perdana berupa Kejurkab atau fun race sebagai ajang seleksi dan pemanasan.

“Tahun pertama kami targetkan 10 kecamatan punya klub aktif. Tahun kedua mulai rutin ikut Kejurprov. Tahun ketiga dan keempat bidik medali Porprov dan tembus Pra-PON,” jelas Budi.

Untuk jangka menengah, ISSI Kapuas Hulu menargetkan jadi tuan rumah kejurprov MTB dengan memanfaatkan rute alam di perbatasan. Event itu sekaligus promosi wisata olahraga Kapuas Hulu.

Tantangan Pendanaan, Jawaban Kolaborasi

Sanusi dan Budi sama-sama menyoroti tantangan klasik pendanaan. Harga sepeda balap standar kompetisi, biaya pemusatan latihan, nutrisi atlet, hingga try out ke luar daerah memerlukan anggaran besar.

“KONI akan bantu dorong ke Disporapar dan TAPD. Tapi cabor juga harus kreatif. Buka kemitraan dengan BUMN, BUMD, swasta. Buat skema bapak asuh atlet. Satu perusahaan satu atlet, dari sepeda sampai biaya lomba,” tegas Sanusi.

Budi mengamini. “Kalau ada anak Kapuas Hulu berbakat, jangan sampai kandas karena tidak ada sepeda. Kami akan transparan kelola dukungan sponsor. Nama pendukung kami pasang di jersey dan publikasi resmi,” kata Budi.

Dari Perbatasan untuk Indonesia

Bang Boy menutup dengan pesan agar ISSI menjaga kekompakan pengurus dan rutin turun ke sekolah.

“Bibit ada di SD, SMP, SMA. Buat ekskul sepeda, adakan gowes bareng bulanan. Yang potensial langsung bina. Dari tapal batas ini kita lahirkan atlet untuk Indonesia,” ujarnya.

Budi Prasetyo optimistis dengan dukungan KONI, Pemda, dan masyarakat, empat tahun ke depan ISSI Kapuas Hulu mampu menempatkan atlet di pelatnas.

“Kita mulai dari karakter. Disiplin dan konsisten. Prestasi akan mengikuti,” pungkasnya. (*)