BERITA TERKINIEKONOMI & BISNISHEADLINENUSANTARA

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Hadirkan Kelurahan Kota Negara Berseri, Perkuat Ekonomi dan Layanan Kesehatan Warga

×

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Hadirkan Kelurahan Kota Negara Berseri, Perkuat Ekonomi dan Layanan Kesehatan Warga

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, olahan jengkol telah lama menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat. Namun, tanpa pengelolaan yang terarah, usaha tersebut kerap berjalan sendiri-sendiri dan sulit berkembang. Kondisi ini sebelumnya juga dirasakan oleh Merry Yanti dan ibu-ibu di Kelurahan Kota Negara.

Dulu, mereka mengolah jengkol dari rumah ke rumah dengan hasil yang dijual seadanya, tanpa kemasan menarik dan tanpa izin usaha. Usaha berjalan, namun sulit berkembang. Hingga perlahan, perubahan mulai dirasakan.

Bersama sembilan anggota lainnya, Merry kini menjalankan usaha secara lebih terarah. Sebagian anggota yang sebelumnya belum memiliki usaha mulai memperoleh penghasilan, sementara yang telah berusaha mampu meningkatkan kualitas produk dan memperluas penjualan.

Perubahan ini didorong melalui Program Kelurahan Kota Negara Berseri (Berdaya, Sehat dan Lestari) yang dijalankan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Fuel Terminal Lahat sebagai bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program ini mengintegrasikan pemberdayaan ekonomi melalui UMKM olahan jengkol dengan penguatan layanan kesehatan masyarakat berbasis posyandu.

Sepanjang 2025, kelompok ini mendapatkan pelatihan pengelolaan keuangan, manajemen usaha, keamanan pangan, pengemasan, hingga pemasaran.

“Sekarang kami lebih memahami cara mengelola usaha, membuat kemasan yang menarik, dan memasarkan produk. Kami juga telah mengikuti pameran, sehingga semakin percaya diri,” ujar Merry, Ketua Kelompok UMKM Endong-Endong Maju Besame.

Produk yang dihasilkan pun semakin beragam, mulai dari keripik dan kerupuk jengkol, basreng, hingga keripik pisang berbagai varian dengan harga Rp12 ribu hingga Rp15 ribu. Kelompok ini juga telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), dan sertifikat halal, sehingga membuka peluang pasar lebih luas sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen.

Dalam satu periode produksi, kelompok mampu memasarkan sekitar 7 jenis produk dengan rata-rata 100 kemasan per produk. Dari aktivitas tersebut, masing-masing anggota kini memperoleh tambahan penghasilan sekitar Rp1 juta per bulan.

Di sisi lain, program ini juga memperkuat layanan kesehatan masyarakat melalui kegiatan posyandu yang rutin dilaksanakan setiap tanggal 19 setiap bulan. Melalui kegiatan ini, ibu dan anak memperoleh akses pemeriksaan kesehatan, pemantauan tumbuh kembang, serta edukasi gizi dan kesehatan keluarga. Posyandu tidak hanya menjadi layanan kesehatan dasar, tetapi juga ruang belajar bagi masyarakat untuk semakin memahami pentingnya pola hidup sehat.

Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk mendorong kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.

“Melalui penguatan UMKM, masyarakat tidak hanya memperoleh tambahan penghasilan, tetapi juga meningkatkan kapasitas dan mengembangkan usaha sebagai fondasi kemandirian ekonomi,” ujar Rusminto.

Program ini turut mendukung _Sustainable Development Goals_, khususnya Tujuan 1 tentang Tanpa Kemiskinan, Tujuan 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera dan Tujuan 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.