BERITA TERKINI

Lewat Ecobrick dan Ecofurniture, Warga Panjang Utara bersama Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Ubah Sampah Jadi Sumber Penghasilan

×

Lewat Ecobrick dan Ecofurniture, Warga Panjang Utara bersama Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Ubah Sampah Jadi Sumber Penghasilan

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, LAMPUNG – Sebelumnya, sampah menjadi persoalan lingkungan yang kerap dihadapi dalam keseharian warga Kelurahan Panjang Utara, Kota Bandar Lampung. Tumpukan sampah di pinggir jalan serta selokan yang tersumbat sering memicu genangan saat hujan. Di sisi lain, keterbatasan pengetahuan membuat sebagian warga memilih membakar sampah sebagai solusi praktis.

Kini, kondisi tersebut perlahan berubah. Bersama Kelompok Ecobrick Kampung Baru Tiga (Kabarti) yang digerakkan oleh Nur Rachmad, warga mulai mengolah sampah plastik menjadi ecobrick yang kemudian dikembangkan menjadi berbagai produk ecofurniture seperti kursi, meja, pot bunga, hingga ornamen.

Produk-produk tersebut memiliki nilai jual mulai dari Rp150 ribu hingga Rp1 juta. Dari aktivitas ini, anggota kelompok mampu memperoleh tambahan penghasilan sekitar Rp1 juta hingga Rp2 juta per bulan, dengan omzet kelompok yang mencapai Rp500 ribu hingga Rp3 juta per bulan.

“Sekarang lingkungan kami lebih bersih, tertata, dan terasa lebih sejuk. Kami juga punya kegiatan produktif dari pengolahan sampah,” ujar Nur Rachmad.

Dengan Program SIGAP, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Integrated Terminal Panjang memberikan pendampingan kepada masyarakat, mulai dari edukasi pengelolaan sampah, pelatihan pembuatan ecobrick dan produk turunan, hingga penguatan kapasitas kelompok agar mampu mengembangkan nilai ekonomi dari limbah.

Dampak program tidak hanya dirasakan dari sisi ekonomi, tetapi juga lingkungan dan kesiapsiagaan bencana. Saluran air yang lebih bersih membuat risiko genangan dan banjir dapat ditekan, sementara masyarakat juga mendapatkan pembekalan untuk menghadapi kondisi darurat.

Kesadaran menjaga lingkungan pun mulai ditanamkan sejak dini. Melalui edukasi di sekolah-sekolah sekitar, anak-anak diajak memahami pentingnya memilah dan mengelola sampah menjadi produk sederhana yang bernilai guna.

Atas upaya tersebut, Program SIGAP berhasil meraih penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) kategori Utama. Capaian ini menjadi bukti bahwa perubahan yang dimulai dari lingkungan kecil dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menyampaikan bahwa program ini menunjukkan peran aktif masyarakat sebagai penggerak utama perubahan.

“Melalui Program SIGAP, masyarakat tidak hanya berhasil menciptakan lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga mampu mengembangkan nilai ekonomi dari pengelolaan sampah. Dengan pendampingan yang tepat, inisiatif berbasis komunitas seperti ini dapat tumbuh mandiri, berkelanjutan, dan berpotensi direplikasi di wilayah lainnya,” ujar Rusminto.

Program SIGAP sejalan dengan komitmen pencapaian _Sustainable Development Goals_ (SDGs), khususnya Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), Tujuan 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), serta Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).