BERITA TERKININUSANTARAPEMERINTAHAN

Wisata Kapuas Hulu Bangkit, Maret 2026 Wisman Tumbuh Konsisten: Plt Kadisporapar Sebut Event dan Promosi jadi Kunci 

×

Wisata Kapuas Hulu Bangkit, Maret 2026 Wisman Tumbuh Konsisten: Plt Kadisporapar Sebut Event dan Promosi jadi Kunci 

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Sektor pariwisata Kapuas Hulu menutup triwulan I 2026 dengan sinyal pemulihan. Setelah sempat anjlok di Februari, kunjungan Wisatawan Nusantara (Wisnus) kembali naik di Maret. Sementara Wisatawan Mancanegara (Wisman) konsisten tumbuh selama tiga bulan berturut-turut.

Plt. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Kapuas Hulu, Ade Hermanto, S.K.M., M.A.P., menyebut fluktuasi ini wajar dan jadi bahan evaluasi untuk strategi promosi ke depan.

“Data Januari sampai Maret 2026 ini potret awal yang penting. Wisnus kita memang turun di Februari, tapi Maret sudah rebound. Wismannya malah stabil naik. Ini bukti Kapuas Hulu tetap punya daya tarik,” ujar Ade Hermanto saat dikonfirmasi Mattanews.co. Sabtu (25/4/2026).

*Wisnus: Sempat Turun 52%, Maret Rebound 71%*

Berdasarkan data Disporapar Kapuas Hulu, kunjungan wisnus dibuka Januari 2026 di angka 8.958 kunjungan. Momentum libur tahun baru dan liburan sekolah jadi pendorong utama.

Februari jadi titik terendah dengan 4.272 kunjungan, turun lebih dari 52% dibanding Januari.

“Februari ini puncak musim hujan di hulu. Akses ke beberapa destinasi seperti air terjun dan Danau Sentarum memang lebih menantang. Ditambah kalender event kita belum padat di bulan itu,” jelas Ade Hermanto.

Memasuki Maret 2026, wisnus kembali naik ke 7.309 kunjungan, atau tumbuh 71% dibanding Februari.

Ade menyebut membaiknya cuaca dan dimulainya agenda budaya jelang musim panen jadi pemicu. Total wisnus triwulan I 2026 tercatat 20.539 kunjungan.

*Wisman: Tumbuh Tiga Bulan Berturut-turut*

Berbeda dengan wisnus, wisman justru menunjukkan tren positif. Januari 879 kunjungan, Februari 888 kunjungan, dan Maret melonjak ke 985 kunjungan. Total wisman triwulan I mencapai 2.752 kunjungan.

“Wisman ini menarik. Meski Februari low season, mereka tetap datang. Target mereka jelas, trekking di Betung Kerihun, susur Kapuas, riset di Danau Sentarum. Ini wisata minat khusus yang tidak terlalu tergantung musim liburan,” kata Ade.

*Tiga Faktor Pemicu Fluktuasi*

Ade Hermanto merinci tiga faktor utama di balik dinamika kunjungan awal 2026:

1. *Musim liburan*: Januari diuntungkan libur tahun baru.

2. *Kondisi cuaca*: Februari curah hujan tinggi, pengaruhi wisata alam.

3. *Intensitas event*: “Kalender event kita belum merata.

“Ini yang akan kita benahi agar kunjungan tidak numpuk di bulan tertentu,” tegasnya.

*Strategi ke Depan: Event Merata & Promosi Digital*

Melihat tren ini, Disporapar Kapuas Hulu akan fokus pada dua hal.

Pertama, menyusun kalender event pariwisata yang merata sepanjang tahun agar tidak ada “bulan kosong”.

Kedua, menggenjot promosi digital menyasar pasar wisman untuk wisata minat khusus.

“Potensi kita besar. Kapuas Hulu itu jantung konservasi Kalimantan, punya dua taman nasional. PR-nya tinggal konsistensi. Kita tidak boleh hanya ramai saat libur panjang. Infrastruktur ke destinasi juga terus kita dorong perbaikannya,” tutup Ade Hermanto.

Data triwulan I ini dihimpun Disporapar dari seluruh destinasi di Kapuas Hulu, mulai dari Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum, hingga wisata budaya di kampung-kampung adat. (*)