MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Polri tak bisa kerja sendiri. Rabu (29/4/2026), Polres Kapuas Hulu resmi mengukuhkan Pengurus Pokdar Kamtibmas Bhayangkara Resor Kapuas Hulu sebagai perpanjangan tangan polisi di tengah masyarakat.
Pukul 08.30 WIB, di aula gedung FKUB Kapuas Hulu acara berlangsung khidmat. Kegiatan asistensi, pelantikan, dan pengukuhan berjalan lancar.
Ini bukan seremoni kosong. Ini ikrar memperkuat sinergi Polri-rakyat demi Kapuas Hulu yang aman.
Acara dibuka MC, dilanjut lagu Indonesia Raya dan doa. Momen kunci pembacaan SK Kepengurusan, pelantikan, pengukuhan, hingga penyerahan bendera pataka ke pengurus baru.
Penandatanganan berita acara jadi bukti sah. Ditutup foto bersama dan Mars Pokdar Kamtibmas menggema.
Hadir langsung Kapolres Kapuas Hulu AKBP Roberto Aprianto Uda. Turut hadir tokoh penting, Melkyanus Hetemesen, Budiman Thahir, Iptu Adi Kosasih, para Kanit Binmas Polsek jajaran, dan seluruh pengurus Pokdar Kamtibmas se-Kabupaten Kapuas Hulu.
Barisan Satbinmas juga full team Ipda Suryadi, Aipda Tanjung Parningotan, Aipda Gombang, Bripka Agung Hutomo, Bripka Renington Marpaung, Brigpol Kori, S.H., Briptu Wan Hidayat, dan Bripda M. Adrian B.M. Bukti keseriusan Polres membina Pokdar.
Fransiskus Impoi didapuk jadi Ketua Pokdar Kamtibmas Resor Kapuas Hulu. Di pidato pertamanya, ia tak jumawa.
“Terima kasih atas kepercayaan ini. Lima tahun ke depan kami siap kerja sama dengan Polres. Kami siap diarahkan, siap ditegur kalau salah. Tujuannya satu: Pokdar maju, kampung aman,” tegas Fransiskus.
Sementara, Wakil Ketua Pokdar Kamtibmas Daerah Kalbar yang hadir menyebut pengukuhan ini momentum emas.
“Polri dan Pokdar tak bisa dipisahkan. Pokdar adalah jembatan polisi ke warga. Kalau kompak, kriminalitas pasti turun,” ujarnya.
AKBP Roberto Aprianto Uda tegaskan posisi Pokdar. Pokdar Kamtibmas ini wadah strategis. Mitra sejajar Polri.
“Kalian mata dan telinga kami di desa, di kampung, di gang. Informasi dari kalian bikin polisi cepat bertindak,” katanya.
Roberto berharap Pokdar aktif cegah masalah sejak dini. Tawuran remaja, miras, narkoba, karhutla, sampai paham radikal, harus dideteksi cepat.
“Lapor ke Bhabinkamtibmas atau Polsek. Jangan tunggu besar baru lapor. Pokdar harus jadi pendingin suasana,” pesan Roberto.
Tak hanya itu, Roberto juga minta Pokdar jaga netralitas.
“Jangan bawa Pokdar ke politik. Tugas kita kamtibmas. Kalau aman, pembangunan jalan, ekonomi jalan.”pesan Kapolres.
Menurut Kapolres, Kapuas Hulu luas. Tantangan banyak: PETI, narkoba, batas negara, konflik lahan.
“Polisi tak cukup. Butuh Pokdar yang gerak cepat di akar rumput, “ucapnya.
Dengan dikukuhkannya kepengurusan baru, AKBP Roberto optimis. “Saya yakin di bawah Pak Fransiskus Impoi, Pokdar Kapuas Hulu makin solid.
“Bantu kami wujudkan Kapuas Hulu yang aman, tertib, damai. Karena aman itu investasi,” tutupnya. (*)














