BERITA TERKINIHEADLINEPEMERINTAHAN

Zulhas Klaim Pupuk Melimpah dan Lebih Murah, Petani Sumsel Didorong Tingkatkan Produksi

×

Zulhas Klaim Pupuk Melimpah dan Lebih Murah, Petani Sumsel Didorong Tingkatkan Produksi

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan ketersediaan pupuk bersubsidi di Sumatera Selatan dalam kondisi aman dan bahkan berlebih. Hal ini ia sampaikan saat menghadiri Rembuk Tani di Grand Ballroom PT Pusri Palembang, Jumat (1/5/2026).

Dalam dialog langsung dengan petani, Zulhas menekankan bahwa distribusi pupuk kini jauh lebih lancar dibanding sebelumnya.

“Untuk pupuk alhamdulillah stok lebih dari cukup, bahkan Pusri ekspor ke Australia,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah memangkas harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen.

“Sekarang pupuk kita diskon 20 persen. Ini hasil dari perbaikan sistem, jadi lebih efisien,” katanya.

Data yang dipaparkan menunjukkan alokasi pupuk bersubsidi di Sumatera Selatan tahun 2026 mencapai 315 ribu ton, dengan realisasi 129 ribu ton hingga akhir April. Secara nasional, alokasi pupuk subsidi mencapai 9,84 juta ton dengan stok nasional saat ini sekitar 1,1 juta ton.

Menurut Zulhas, perubahan kebijakan distribusi menjadi kunci utama. “Dulu pupuk sering datang setelah panen, sekarang sebelum tanam. Dampaknya produksi petani kita naik sekitar 8 persen hanya dari peningkatan akses pupuk,” jelasnya.

Tak hanya soal pupuk, ia juga menyinggung capaian sektor beras nasional. Zulhas menyebut Indonesia kini tidak lagi bergantung pada impor.

“Tahun 2024 kita impor 4,5 juta ton dari Vietnam dan Thailand. Tapi tahun 2025 kita tidak impor lagi, bahkan surplus 4,2 juta ton,” katanya.

Ia menambahkan, Sumatera Selatan menjadi salah satu penyumbang utama produksi beras nasional.

“Sebagian besar surplus itu berasal dari daerah seperti Sumsel,” ucapnya.

Kenaikan harga gabah juga menjadi perhatian. “Dulu harga gabah sekitar Rp3.500, sekarang sudah Rp6.500. Ini menunjukkan kesejahteraan petani mulai meningkat,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Zulhas turut mengapresiasi transformasi yang dilakukan Pupuk Indonesia. Ia menilai perubahan dari sistem cost-plus ke mark to market membawa efisiensi signifikan.

“Bisa menghemat sampai 20 persen. Dalam lima tahun bahkan bisa bangun tujuh pabrik baru, salah satunya di Sumsel,” ungkapnya.

Ia optimistis langkah tersebut akan memperkuat sektor pertanian ke depan.

“Terobosan-terobosan ini luar biasa. Lima sampai enam tahun ke depan, Pupuk Indonesia bisa jadi produsen pupuk yang semakin efisien dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani,” tutup Zulhas.