BERITA TERKINIHEADLINEHUKUM & KRIMINAL

Usaha Makanan Korea Gagal, Pengusaha Muda Jadi Korban Penipuan Ratusan Juta 

×

Usaha Makanan Korea Gagal, Pengusaha Muda Jadi Korban Penipuan Ratusan Juta 

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Membuka usaha makanan Korea yang diidam-idamkan M Aidil Martindo (32) sepertinya hanya mimpi belaka. Pengusaha muda itu malah menjadi korban penipuan dan penggelapan yang dilakukan BD, hingga mengalami kerugian Rp 108 juta. Didampingi penasehat hukumnya Suwito Winoto, korban melaporkan peristiwa tersebut ke SPKT Polrestabes Palembang, Senin (4/5/2026).

Kejadian ini berawal saat korban tertarik kerjasama yang dibuka oleh terlapor, membuka pameran peluang usaha usaha makanan Franchise di PSCC Palembang Icon, dengan menjanjikan profit menarik, Jumat 17 April 2026 pukul 19.30 WIB.

“Acara pameran Pameran IFBC 2026 resmi dibuka Gubernur Sumsel, Herman Deru dan Menteri. Karena tertarik, saya mengambil dua brand yang ditawarkan terlapor,” ungkap korban didampingi Suwito Winoto, Ricko Tampati, M Rizki dan Desri Nago.

Kemudian, terlapor menjanjikan akan segera mengirimkan alat seragam, bahan baku masakan, bahkan pelatihan karyawan untuk usaha tersebut.

“Rencana bulan Mei ini launching, namun ternyata omong kosong. Uang yang sudah saya kirimkan sebesar Rp108 juta raib. Dia sempat memaksa saya menandatangani perjanjian yang isinya pihak kedua tidak boleh menuntut, sementara pihak kedua itu ialah saya, artinya kita harus mentaati aturan yang diterapkannya. Jelas saya keberatan,” ujarnya.

Dijelaskan korban, rencana kegiatan tersebut akan berlangsung juga di Kota Bandung tanggal 29 hingga 31 Mei 2026, Yogyakarta, jakarta2 dan Surabaya.

“Mudah-mudahan kejadian seperti ini tidak menimpa korban lainnya. Cukup saya saja,” tandasnya.

Ditambahkan Suwito Winoto, kejadian ini menjadi pelajaran berharga untuk kliennya.

“Semoga laporan kami ini cepat diproses polisi dan pelakunya cepat ditangkap, guna mempertanggung jawabkan perbuatannya,” tegasnya.

Sementara, Ka SPKT Polrestabes Palembang, Iptu Sugriwa membenarkan adanya laporan korban masih dalam tindaklanjut.

“Laporannya masih dalam proses penyelidikan,” tandasnya.