MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Seorang gadis cilik kelas 4 SD berinisial PS (12) diduga menjadi korban pemerkosaan oleh orang tidak dikenal, tidak jauh dari rumahnya di Jalan Karang Sari, Gandus, Palembang, Senin (4/5/2026).
Ayah korban, Nanang Sopian (35), saat ditemui awak media Mattanews.co mengatakan, kejadian bermula saat anaknya hendak menonton hiburan tari India bersama temannya pada Minggu, 3 Mei 2026, sekitar pukul 20.00 WIB.
“Anak saya mau nonton tari India berdua sama anak tetangga. Lalu datang seorang pria berjaket ojek online yang menawarkan untuk mengantarkan ke tempat acara dengan iming-iming uang. Teman korban sempat menolak, namun pelaku terus membujuk hingga akhirnya korban ikut. Temannya ketakutan dan kabur, lalu melaporkan kejadian itu ke ibu korban, kemudian ke saya,” ungkap Nanang, didampingi Bambang selaku kerabatnya, saat ditemui di RS Bhayangkara, Senin, 4 Mei 2026.
Mendapat laporan tersebut, Nanang langsung bergegas mencari anaknya ke lokasi acara tari India, namun tidak ditemukan. Saat dalam perjalanan pulang melalui jalan sepi, sekitar pukul 21.00 WIB, ia mendapati anaknya berjalan kaki seorang diri.
“Saat ditemukan, anak saya terlihat panik dan lemas. Saya bonceng di motor sambil saya tanyai dari mana, tapi anak saya masih diam. Setelah sampai di rumah, barulah korban berani bercerita kalau sudah diperkosa. Kami kemudian membawanya ke bidan terdekat. Bidan mengatakan anak saya mengalami pendarahan aktif dan harus segera dioperasi,” jelasnya.
Nanang kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Ketua RT dan Polsek Gandus, sebelum akhirnya diarahkan untuk membuat laporan resmi di Polrestabes Palembang dengan nomor STTLP/B/1414/V/2026/SPKT/Polrestabes/Polda Sumsel.
“Anak saya masih trauma dan kini dirawat di rumah sakit. Karena kondisinya mengalami pendarahan hebat, korban harus menjalani operasi dengan 4 jahitan. Operasinya tadi sekitar jam 5 sore. Saya minta tolong, saya sebagai orang tua berharap pelaku segera ditangkap,” tandasnya.














