MATTANEWS.CO, PALI – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menggelar workshop jurnalistik bertema “Dari Ruang Redaksi ke Timeline: Strategi Jurnalis Membangun Pengaruh di Media Sosial” di Sekretariat PWI PALI, Kamis (14/5/26).
Workshop ini menghadirkan Bung Fatkurohman, S.Sos, Founder BungFK Digital Analysis Research Centre (BDRC), sebagai narasumber utama. Fokusnya pada strategi pemanfaatan media sosial bagi jurnalis di era digital tanpa meninggalkan kaidah jurnalistik.
Ketua PWI PALI, Joko Sadewo, SH., MH, mengapresiasi antusiasme jurnalis lintas organisasi yang hadir. Ia menegaskan kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan wadah memperkuat solidaritas wartawan di PALI.
“Acara ini adalah bentuk diskusi untuk memberi ilmu dan pengalaman baru. Kita ingin jurnalis di PALI memiliki pengaruh yang positif dan kredibel di media sosial,” ujar Joko Sadewo, yang akrab disapa Bung Josa.
*Strategi Konten dan Etika Jurnalistik Jadi Fokus*
Dalam paparannya, Bung Fatkurohman menjelaskan media sosial sebagai platform tanpa batas ruang dan waktu untuk menyebarkan konten tulisan, foto, maupun video. Namun ia mengingatkan, kebebasan itu tetap punya batas.
“Karya jurnalistik yang diunggah ke media sosial wajib berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan UU Pers Nomor 40 Tahun 1999. Verifikasi dan akurasi tetap harga mati. Jurnalis harus menjaga independensi serta menghindari konten hoaks dan SARA,” tegasnya.
Sesi diskusi juga menekankan pentingnya memisahkan opini pribadi dengan berita resmi, melindungi privasi narasumber, dan selalu mencantumkan sumber informasi.
Melalui workshop ini, PWI PALI berharap jurnalis di daerah mampu bertransformasi menjadi “melek” teknologi, membangun personal branding yang kuat, namun tetap memegang teguh prinsip jurnalistik yang sehat dan bertanggung jawab.















