MATTANEWS.CO, PALI – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menyuarakan kritik tajam terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PALI. Lewat pernyataan publik bertajuk “PALI Darurat! Janji Diam, Rakyat Menangis!”, Ketua GP Ansor PALI Arismin menyebut masyarakat sudah terlalu lama menunggu bukti nyata dari janji pemerintah.
“Pemerintahan ini tidak boleh lagi menutup mata, telinga, dan hati nurani. Rakyat butuh tindakan, bukan sekadar pencitraan,” ujar Arismin, Jum’at kemarin (22/5/26).
*Lima Persoalan Krusial yang Disorot*
Dalam dokumen “Catatan Kritik Kami”, GP Ansor PALI menyoroti lima masalah utama:
1. *Infrastruktur memprihatinkan* – Banyak jalan desa belum diperbaiki dan jembatan terbengkalai, sehingga menghambat akses ekonomi dan pendidikan.
2. *Layanan kesehatan tidak merata* – Kekurangan tenaga medis dan obat-obatan di Puskesmas masih menjadi keluhan warga.
3. *Transparansi anggaran rendah* – Akses informasi penggunaan anggaran daerah dinilai sulit didapatkan masyarakat.
4. *Kesempatan kerja minim* – Meski investasi besar masuk, pemuda lokal masih kesulitan mendapat pekerjaan.
5. *Pencitraan berlebihan* – Pemerintah dinilai lebih fokus pada spanduk dan gaya hidup ketimbang solusi konkret.
*Lima Tuntutan kepada Bupati PALI*
Sebagai bentuk tanggung jawab moral, GP Ansor PALI mengajukan lima tuntutan:
1. Fokus pada kerja nyata, bukan pencitraan.
2. Prioritaskan kebutuhan dasar rakyat PALI.
3. Kelola anggaran secara transparan dan akuntabel.
4. Libatkan rakyat dalam pengambilan kebijakan.
5. Buktikan janji-janji politik yang telah disampaikan.
“PALI bukan milik pribadi. Kami akan terus mengawasi jalannya pemerintahan demi memastikan keadilan bagi seluruh rakyat PALI,” tegas Arismin.
Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten PALI belum memberikan tanggapan resmi atas kritik dan tuntutan tersebut.















