BERITA TERKINI

Kurban di Sungai Liput dan Lubuk Sidup, Saat Warga Perlahan Kembali Menggeliatkan Hidup

×

Kurban di Sungai Liput dan Lubuk Sidup, Saat Warga Perlahan Kembali Menggeliatkan Hidup

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, ACEH TAMIANG  – Pagi itu, tiga anak kecil tampak berlarian di jalan tanah berbatu di Desa Lubuk Sidup, Aceh Tamiang. Sesekali mereka berhenti, lalu menatap penuh antusias sapi-sapi yang tertambat di bawah pohon karet. Mereka adalah Satria, Firman, dan Rizal, anak-anak penyintas banjir bandang yang beberapa bulan lalu meluluhlantakkan kampung mereka.

Pada 28 Mei 2026, bersama warga lainnya, mereka ikut menyaksikan prosesi penyembelihan hewan kurban dari para donatur LMI. Suasana pagi itu terasa hangat. Warga bergotong royong, saling membantu, dan untuk sejenak mencoba melupakan luka yang belum benar-benar pulih.

Bagi warga Lubuk Sidup, Iduladha tahun ini terasa berbeda. Ada rasa bahagia yang datang di tengah duka yang masih tersisa. Setelah bencana besar yang menghantam Aceh Tamiang, banyak rumah rusak, hanyut, bahkan hilang tak berbekas. Ladang dan kebun yang selama ini menjadi sumber penghidupan juga ikut hancur tertutup lumpur dan derasnya arus banjir.

Namun di tengah keadaan itu, momen kurban menghadirkan harapan kecil. Warga kembali berkumpul, bekerja bersama mengurus hewan kurban, mulai dari penyembelihan, pencacahan daging, hingga pendistribusian kepada warga desa.

Dari dua ekor sapi yang disembelih, sekitar 300 paket daging kurban dibagikan kepada warga Lubuk Sidup dan desa-desa sekitar. Paket-paket itu diterima dengan penuh syukur dan antusias.

Salah satu penerima manfaat, Bu Zaitun, mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan kurban tersebut. Ibu tiga anak itu juga mengenang bagaimana LMI hadir sejak awal bencana melanda kampung mereka.

“Terima kasih atas kurban dari para donatur LMI. Kami merasa sangat bahagia dan terbantu. Bukan hanya hari ini, sejak bencana datang LMI juga menjadi salah satu lembaga yang paling awal membantu kami. Semoga semua donatur diberi rezeki yang melimpah dan penuh berkah,” ujarnya.

Selain di Lubuk Sidup, pada hari yang sama LMI juga menyalurkan hewan kurban di Desa Sungai Liput, Aceh Tamiang. Dari satu ekor sapi yang disembelih, sebanyak 135 paket daging kurban dibagikan kepada warga terdampak bencana.

Desa Sungai Liput sendiri memiliki cerita yang dekat bagi tim relawan LMI. Tempat itu menjadi posko awal saat LMI pertama kali hadir membantu para penyintas banjir bandang di Aceh Tamiang. Beberapa relawan RNPB LMI juga tinggal di desa tersebut dan ikut merasakan langsung dampak bencana, termasuk Ricky, Koordinator RNPB LMI Aceh Tamiang, yang rumahnya turut rusak diterjang banjir.

Bagi Ricky dan para relawan lainnya, momen kurban ini bukan hanya tentang berbagi daging kepada warga, tetapi juga menjadi penguat semangat di tengah perjuangan mereka mendampingi masyarakat untuk bangkit kembali.

Di Aceh Tamiang, kurban tahun ini menjadi lebih dari sekadar perayaan Iduladha. Ia hadir sebagai pengingat bahwa di tengah kehilangan dan beratnya memulai hidup dari awal, masih ada kepedulian yang terus menguatkan langkah mereka sedikit demi sedikit.