MATTANEWS.CO, SIDOARJO – Bupati Sidoarjo H. Subandi memastikan empat Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik warga kurang mampu di Desa Pabean, Kecamatan Sedati, akan segera direnovasi pada Juni 2026. Kepastian itu disampaikan setelah dirinya melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama Baznas Sidoarjo dan Dinas Sosial Sidoarjo ke rumah warga pada Minggu (31/5/2026).
Empat rumah yang ditinjau merupakan milik Sujiono dan Soleh di Dusun Alas Tipis, serta Dayat dan Rukiani di Dusun Payan. Dari hasil sidak, Subandi menemukan kondisi bangunan yang memprihatinkan dengan kerusakan pada atap, lantai, dinding hingga fasilitas kamar mandi yang dinilai tidak layak.
“Kodisi rumahnya tadi kita lihat kamar mandinya tidak layak, biar nanti kita benahi, kalau hujan rumah ini banjir karena atapnya bocor, nanti juga ada peninggian dan lantai akan kita keramik, serta ventilasinya juga tidak ada, nanti rumah ini kita hadapkan ke Selatan,” ujar Subandi usai meninjau rumah Soleh.
Menurutnya, perbaikan harus segera dilakukan agar rumah-rumah tersebut kembali aman dan sehat untuk dihuni. Ia juga meminta para penerima bantuan menjaga kebersihan lingkungan rumah setelah renovasi selesai dikerjakan.
“Nanti kalau sudah dibangun, ini harus dibersihkan, kamar-kamar tidak boleh ditaruh barang-barang yang kotor,” pesannya kepada Soleh.
Saat meninjau rumah Dayat, Subandi mengaku khawatir dengan kondisi bangunan yang mengalami banyak keretakan pada dinding dan kerusakan parah pada bagian atap. Ia menilai kondisi tersebut berpotensi membahayakan keselamatan penghuni apabila tidak segera ditangani.
“Ini menjadi kekhawatiran, tembok-tembok putus semua, saya masuk ke belakang atap sengnya juga keropos semua, kamar mandi juga begitu kondisinya, nanti kita benahi, lantainya juga kita tinggikan,” katanya.
Perhatian khusus juga diberikan kepada Rukiani yang diketahui menderita stroke. Selain memperbaiki rumah, Subandi meminta penambahan ventilasi udara agar kondisi kesehatan Rukiani tidak semakin terganggu. Ia juga berjanji memberikan bantuan kursi roda.
“Saya minta kepada Baznas, rumah ini dikasih ventilasi agar Bu Rukiani tidak terganggu kesehatannya karena Bu Rukiani sakit stroke, juga kamar mandinya kita benahi, juga nanti tak kasih hadiah kursi roda, tapi syaratnya anaknya harus mengajak ibu Rukiani ini jalan-jalan dengan kursi roda,” ujarnya.
Sementara itu, anak Rukiani, Towilah, mengaku terharu dan bersyukur rumah keluarganya menjadi salah satu penerima manfaat program renovasi rumah. Menurutnya, keinginan memperbaiki rumah sudah lama ada, namun keterbatasan ekonomi membuat rencana tersebut tidak pernah terwujud.
“Alhamdulillah, rezeki,” ucap Towilah singkat.
Renovasi empat RTLH tersebut diharapkan dapat segera direalisasikan pada bulan Juni sehingga para penghuni dapat menempati rumah yang lebih aman, sehat, dan layak huni.















