MATTANEWS.CO, PALI – Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 di halaman Kantor Bupati PALI, Rabu (3/6/26) berlangsung khidmat sekaligus menohok. Wakil Bupati PALI Iwan Tuaji yang bertindak sebagai Inspektur Upacara membacakan amanat Kepala BPIP RI Yudian Wahyudi dengan penekanan kuat: Pancasila bukan pajangan.
“Pancasila adalah living ideology, ideologi yang hidup. Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks bisu di buku sejarah,” tegas Iwan di hadapan ratusan peserta upacara.
Sentilan untuk Pejabat & ASN
Pidato ini jadi alarm keras bagi pengambil kebijakan. Iwan menitipkan Pancasila langsung ke tangan Menteri dan Kepala Daerah.
“Kepada para Menteri dan Kepala Daerah, saya titipkan Pancasila. Pastikan setiap kebijakan publik berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan,” ujarnya dengan nada bergetar.
Di tengah disrupsi teknologi dan dinamika geopolitik global, Wabup menegaskan Pancasila harus jadi “jangkar moral” dan “bintang penuntun” agar pembangunan tidak kehilangan kompas.
Satu Komando: Membumikan Pancasila
Seruan Iwan Tuaji memperkuat komitmen Kaban Kesbangpol PALI sebelumnya yang mengajak ASN dan pemuda jadi “Agen Perdamaian”. Kini seruan itu naik level jadi penegasan eksekutif tertinggi di PALI.
Intinya satu: Pancasila sebagai pemersatu bangsa dan fondasi perdamaian dunia harus dibuktikan lewat aksi nyata di Bumi Serepat Serasan. Tolak intoleransi, tangkal radikalisme, tutup celah konflik sosial.
Upacara ditutup pekik nasionalisme: “Selamat Hari Lahir Pancasila! Jayalah Indonesiaku! Merdeka!” yang menggema di area Kantor Bupati.















