BERITA TERKININUSANTARATNI DAN POLRI

Jembatan Gantung dan Aramco Kapuas Hulu Resmi Dibuka untuk Rakyat

×

Jembatan Gantung dan Aramco Kapuas Hulu Resmi Dibuka untuk Rakyat

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Tangis haru bercampur sorak gembira pecah di dua desa terpencil Kapuas Hulu. Setelah bertahun-tahun menanti dalam keterisolasian, doa warga Desa Nanga Sebintang Kecamatan Kalis dan Desa Sekuba Kecamatan Selimbau akhirnya terjawab.

Jembatan gantung dan gorong-gorong baja Aramco yang menjadi nadi kehidupan mereka kini berdiri kokoh dan resmi rampung 100%.

Penantian panjang itu berakhir pada Senin, 7 Juli 2026. Dandim 1206 Putussibau Letkol Arm Andreas Prabowo Putro, secara langsung memastikan kesiapan dua infrastruktur vital tersebut untuk digunakan.

Pengecekan akhir dilakukan bersama Kasdim 1206/Putussibau dan Tim dari Zidam XII/Tpr.

Dahulu, warga harus bertaruh nyawa setiap kali menyeberang. Jembatan lama di Nanga Sebintang sudah lapuk dimakan usia. Papan kayunya keropos.

Saat hujan, arus sungai meluap dan memutuskan akses sama sekali. Anak-anak terpaksa tidak sekolah. Hasil kebun membusuk di jalan karena tidak bisa diangkut.

Hal yang sama terjadi di Desa Sekuba. Gorong-gorong yang ada tidak mampu menahan derasnya air. Jalan utama sering terputus, membuat warga terkurung berhari-hari.

“Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa hasil pengerjaan benar-benar maksimal. Alhamdulillah, hari ini jembatan gantung dan Aramco sudah selesai seratus persen. Fasilitas ini sudah siap digunakan oleh warga untuk beraktivitas baik untuk akses transportasi, bertani maupun sekolah,” kata Dandim Letkol Arm Andreas Prabowo Putro dengan nada bangga.

Pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik. Ini adalah bukti nyata bahwa negara hadir di tengah masyarakat perbatasan. Melalui Kodim 1206 Putussibau, TNI turun langsung bersinergi dengan warga.

Sejak hari pertama, semangat gotong royong menyala. Warga bahu-membahu membantu, TNI bekerja siang malam. Terik matahari dan hujan deras tidak menyurutkan langkah.

“Sebelum pembangunan ini selesai, warga sekitar kerap mengalami kesulitan akses mobilitas, terutama kondisi jembatan yang sudah tidak layak untuk digunakan dikarenakan usia jembatan yang sudah sangat tua,” ungkap Dandim.

Kini pemandangan itu berubah. Jembatan gantung yang kokoh membentang di atas sungai. Aramco di Sekuba siap menahan derasnya air.

“Jembatan gantung baru dan jembatan Aramco yang optimal ini diharapkan dapat menjadi urat nadi perekonomian baru masyarakat,” tegasnya.

Bayangkan, hasil pertanian yang dulu hanya bisa dijual murah di desa, kini bisa langsung dibawa ke pasar Putussibau. Anak-anak tidak lagi takut terlambat sekolah. Ibu hamil tidak lagi cemas saat harus ke puskesmas.

Di akhir peninjauan, Dandim menitipkan pesan yang menggema. Ini bukan hanya tentang membangun, tapi juga tentang menjaga.

“Infrastruktur ini milik bersama. Kami berharap masyarakat bisa saling menjaga dan merawatnya agar masa pakai jembatan gantung dan Aramco ini bisa bertahan lama, sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan oleh anak-cucu kita ke depan,” tutup Letkol Arm Andreas Prabowo Putro. (*)