MATTANEWS.CO, SIDOARJO – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sidoarjo Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga binaan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pertemuan Evaluasi Akreditasi Klinik Pratama Lapas Delta Sidoarjo yang digelar di Aula Lapas Kelas IIA Sidoarjo, dengan melibatkan Kepala Lapas, Kasubsi Bimkeswat, dokter, dan seluruh tenaga kesehatan klinik, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan seluruh standar akreditasi klinik tetap terpenuhi sekaligus mengevaluasi berbagai aspek pelayanan kesehatan agar semakin optimal.
Evaluasi dilakukan terhadap tata kelola administrasi klinik, keselamatan pasien, mutu pelayanan, pengelolaan sarana dan prasarana, hingga peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang kesehatan.
Kepala Lapas Kelas IIA Sidoarjo, Disri Wulan Agus Tomo menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan hak dasar setiap warga binaan yang harus dipenuhi secara profesional, berkesinambungan, dan sesuai standar yang berlaku.
Menurutnya, evaluasi akreditasi menjadi instrumen penting untuk mengukur capaian sekaligus menyusun langkah-langkah perbaikan demi peningkatan kualitas layanan.
“Pelayanan kesehatan merupakan salah satu hak dasar warga binaan yang wajib kami penuhi secara profesional. Melalui evaluasi akreditasi ini, kami ingin memastikan seluruh standar pelayanan terus terjaga serta menjadi bahan evaluasi untuk melakukan perbaikan yang berkelanjutan demi memberikan layanan kesehatan yang lebih baik,” ujar Kalapas Sidoarjo.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Kasubsi Bimkeswat) bersama tim kesehatan memaparkan berbagai capaian yang telah diraih Klinik Pratama Lapas Delta Sidoarjo sekaligus mengidentifikasi sejumlah aspek yang masih perlu diperkuat guna mempertahankan bahkan meningkatkan status akreditasi klinik.
Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai masukan konstruktif dari para dokter dan perawat sebagai bahan penyempurnaan layanan.
Kasubsi Bimkeswat menyampaikan bahwa keberhasilan mempertahankan standar akreditasi tidak hanya bergantung pada kelengkapan administrasi, tetapi juga pada konsistensi seluruh petugas dalam menerapkan budaya mutu dan keselamatan pasien.
“Akreditasi bukan sekadar penilaian, tetapi menjadi budaya kerja yang harus terus dijalankan. Seluruh tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam menjaga mutu pelayanan sehingga warga binaan memperoleh layanan yang cepat, tepat, aman, dan berkualitas,” ungkap Kasubsi Bimkeswat.
Seluruh jajaran kesehatan di Lapas Kelas IIA Sidoarjo diharapkan memiliki persepsi yang sama mengenai pemenuhan standar akreditasi serta semakin memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada warga binaan pemasyarakatan.
Klinik Pratama Lapas Delta Sidoarjo meningkatkan mutu pelayanan kesehatan sekaligus menjaga keberlangsungan standar akreditasi sebagai wujud pelayanan pemasyarakatan yang semakin profesional, humanis, dan berorientasi pada kualitas.














