BERITA TERKINIHEADLINENUSANTARA

Bertahun-tahun Menanti Listrik, Warga Reban Kumbang Bayung Lencir Berharap Kepastian

×

Bertahun-tahun Menanti Listrik, Warga Reban Kumbang Bayung Lencir Berharap Kepastian

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, BAYUNG LENCIR – Harapan masyarakat Dusun 3 Reban Kumbang, Desa Kaliberau, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, untuk menikmati aliran listrik hingga kini belum terwujud.

Sebanyak 150 kepala keluarga (KK) di wilayah tersebut masih mengandalkan genset dan panel tenaga surya sebagai sumber penerangan saat malam hari. Kondisi ini telah berlangsung selama bertahun-tahun dan menjadi persoalan yang terus diperjuangkan masyarakat setempat.

Keterbatasan akses listrik tidak hanya berdampak pada kebutuhan penerangan, tetapi juga memengaruhi berbagai aktivitas warga, mulai dari kegiatan belajar anak-anak, aktivitas ekonomi masyarakat, hingga penggunaan peralatan yang membutuhkan energi listrik.

Selain persoalan listrik, masyarakat Reban Kumbang juga menghadapi kendala jaringan telekomunikasi. Sinyal telepon seluler di wilayah tersebut masih sulit diperoleh sehingga aktivitas komunikasi warga kerap mengalami hambatan.

Untuk mendapatkan jaringan, warga harus mencari lokasi tertentu, bahkan menuju tempat yang lebih tinggi agar dapat memperoleh sinyal. Kondisi tersebut menyulitkan masyarakat dalam berkomunikasi, memperoleh informasi, mengakses layanan digital, hingga menghubungi keluarga maupun layanan darurat ketika dibutuhkan.

Tokoh masyarakat sekaligus mantan Kepala Desa Reban Kumbang periode 2000, Tarmedi Jaya, mengatakan perjuangan menghadirkan listrik ke wilayah tersebut telah dilakukan sejak lama.

Menurut Tarmedi, masyarakat sebelumnya telah mengajukan permohonan pembangunan jaringan listrik kepada pihak terkait. Upaya tersebut, kata dia, sempat menunjukkan perkembangan setelah dilakukan survei lapangan sebagai bagian dari rencana pembangunan jaringan listrik menuju Dusun 3 Reban Kumbang.

“Petugas sudah pernah melakukan survei. Saat itu rencana pembangunan jaringan hampir berjalan, tetapi karena jalurnya melewati kawasan hutan, harus ada izin terlebih dahulu dari Kementerian Kehutanan,” ujar Tarmedi, Selasa (21/7/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, rencana pembangunan jaringan listrik belum dapat dilanjutkan karena masih menunggu kepastian proses perizinan kawasan tersebut.

Tarmedi juga menyebut, anggaran yang sebelumnya direncanakan untuk pembangunan jaringan listrik di Reban Kumbang, berdasarkan informasi yang diterimanya, kemudian dialihkan ke lokasi lain karena proses pembangunan belum dapat berjalan.

Tidak berhenti sampai di situ, Tarmedi bersama sejumlah tokoh masyarakat mengaku telah menyampaikan surat permohonan kepada Kementerian Kehutanan agar proses perizinan dapat segera ditindaklanjuti. Namun hingga kini, kata dia, masyarakat belum menerima jawaban maupun kepastian terkait permohonan tersebut.

“Kami hanya menginginkan kepastian. Kalau memang ada persyaratan yang harus dipenuhi, kami siap melengkapinya. Harapan kami sederhana, masyarakat Reban Kumbang bisa menikmati listrik seperti masyarakat di daerah lain,” katanya.

Sejumlah warga juga berharap komitmen Bupati Musi Banyuasin, H. M. Toha Tohet, S.H., untuk memperhatikan kebutuhan listrik masyarakat Reban Kumbang dapat diwujudkan. Menurut warga, harapan tersebut pernah disampaikan pada masa kampanye sehingga masyarakat kini menantikan langkah nyata untuk penyelesaian persoalan tersebut.

Bagi masyarakat Reban Kumbang, listrik bukan hanya sekadar penerangan pada malam hari. Kehadiran listrik juga diharapkan mampu mendukung pendidikan anak-anak, meningkatkan aktivitas ekonomi, memperkuat pelayanan masyarakat, serta membuka akses informasi dan komunikasi yang lebih baik.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, kementerian terkait, serta seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi mencari solusi agar akses listrik dan telekomunikasi di Dusun 3 Reban Kumbang segera terwujud.