MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Siswa SMP yatim piatu bernama Muzaffar Aqhari Ahmad (14), menjadi korban penjambretan disertai kekerasan saat mempertahankan handphone miliknya. Korban bahkan terseret sepeda motor pelaku saat lakukan perlawanan aksi jambret di Jalan Gersik, Lorong Amal Muslim, Kemuning, Palembang, Kamis (30/7/2026).
Akibatnya, korban mengalami luka sayatan di kepala dan lecet di sekujur tubuhnya saat kejadian yang terjadi pada hari Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 20.08 WIB, korban sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Hermina, Palembang.
Saat ditemui di kediamannya, Muzaffar Aqhari Ahmad (14) mengatakan bahwa saat itu ia baru keluar rumah dan mau duduk didepan rumahnya lalu datang kedua pelaku.
“Mereka (pelaku) berdua datang bermotor, satu pelaku turun mendekati saya, modusnya tanya alamat, aku sudah curiga, lalu hp saya taruh belakang badan namun langsung ditarik pelaku itu dan naik motor, langsung aku cekik pelaku itu, tapi yang bawa motor langsung gas jadi aku terseret, aku sempat dengar pelaku bilang mau tusuk aku pakai pisau, lalu pelaku menyayat ke kepala bagian kiri, baru saya lepas pegangan saya, warga juga sempat bantu kejar pelaku,” jelas Muzaffar Aqhari Ahmad saat diwawancarai oleh awak media Mattanews.co, Rabu, 29 Juli 2026, sore.
Korban juga menambahkan, bahwa ia sempat bergulat dengan pelaku yang berperan pura-pura bertanya alamat, korban ini berani melawan lantaran ia mengikuti perguruan Taekwondo sudah cukup lama hingga kini.
“Saya lawan pelaku ini kupikir tidak bawa senjata tajam jenis pisau, soalnya kalau tangan kosong bisalah saya lawan, pas saat saya diseret itu saya lihat pisaunya dan sempat lukai kepala saya bagian kanan, saya ini ikut perguruan Taekwondo, tiap minggu latihan, ini sudah sabuk Biru dan mau masuk Merah,” tandasnya.
Bibi korban bernama, Efflyndah (56) mengatakan kejadian yang dialami keponakanannya saat korban sedang bermain handphone di depan rumah.
“Saat itu agak sepi, semua warga sini banyak pergi ke acara takziah dekat sini, pas baru baca 4 ayat surat Yasin ada yang manggil dan kasih tau ada kejadian ini, saat saya lihat keponakan saya ini kepalanya sudah berdarah, ponakan saya itu sudah yatim piatu, kami sudah buat laporan polisi,” tandasnya.














