MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Pagi itu halaman PAUD Tunas Bangsa, Kecamatan Silat Hilir berubah menjadi panggung keceriaan. Bukan upacara, bukan pentas seni. Yang datang adalah sosok berseragam cokelat yang biasanya identik dengan tilang dan razia.
Jumat (7/8/2026), Polsek Silat Hilir hadir membawa misi berbeda menjadi “Polisi Sahabat Anak”. Misi untuk menanamkan benih disiplin, keselamatan, dan cinta pada aturan sejak usia emas.
Pukul 07.30 WIB, AIPDA C. Tommy Sagita, P.S. Kanit Lantas Polsek Silat Hilir berdiri di tengah puluhan siswa PAUD. Tidak ada ceramah kaku. Yang ada adalah tepuk tangan, nyanyian, dan tawa.
“Anak-anak hebat! Polisi itu siapa? Musuh atau Sahabat?” tanya AIPDA Tommy.
“SAHABAT!” jawab kompak anak-anak sambil mengacungkan jempol.
Di situlah misi pertama berhasil. Tembok ketakutan terhadap polisi runtuh. Diganti dengan kedekatan, rasa aman, dan kepercayaan.
Dalam 1 jam kegiatan, anak-anak, guru, hingga orang tua diajak belajar hal penting dengan cara yang sangat mudah dicerna:
Jago Tertib Berlalu Lintas Anak-anak diajak mengenal lampu merah, kuning, hijau sambil bermain peran.
“Merah artinya berhenti, Kuning hati-hati, Hijau boleh jalan. Kalau naik motor sama Ayah Bunda, wajib pakai helm SNI ya!” pesan sederhana AIPDA Tommy, tapi menyelamatkan nyawa.
Pintar Jaga Diri Sendiri. Dengan bahasa anak-anak, AIPDA Tommy mengedukasi tentang personal safety.
“Ingat ya, jangan mau dikasih permen sama orang yang belum dikenal. Jangan mau diajak pergi tanpa izin Mama dan Guru. Kita harus jadi anak pintar dan berani bilang TIDAK!” tuturnya.
Di sela permainan, anak-anak juga diajak untuk patuh pada orang tua dan guru, serta menyayangi teman. Karena disiplin tanpa kasih sayang, akan terasa hambar.
Kapolsek Silat Hilir IPDA Amarullah Abidin, S.Tr.K., M.H. menyampaikan bahwa program Polsanak bukan kegiatan seremonial.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan Polisi sebagai sahabat anak, sekaligus memberikan pemahaman sederhana mengenai keselamatan, kedisiplinan dan tertib berlalu lintas. Harapannya, nilai-nilai tersebut dapat ditanamkan sejak dini dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Bagi Kapolsek, anak-anak hari ini adalah pemegang kendali Indonesia 20 tahun mendatang. Jika sejak kecil mereka sudah paham aturan dan merasa aman dengan kehadiran polisi, maka masa depan bangsa akan lebih tertib dan humanis.
Kegiatan ditutup dengan yel-yel bersama. Anak-anak berteriak lantang “Saya Anak Hebat! Saya Anak Disiplin! Saya Sahabat Polisi!”
Guru dan orang tua tampak haru dan bangga. Mereka mengapresiasi langkah Polsek Silat Hilir yang turun langsung, tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga ikut mendidik.
Dengan kegiatan ini, Polsek Silat Hilir berharap terjalin hubungan semakin erat antara Polri, Sekolah, Orang Tua, dan Masyarakat.
Harapannya besar lahir generasi Kapuas Hulu yang disiplin, sadar keselamatan, berani, dan memiliki pandangan positif terhadap Polisi.
“Karena perubahan besar sebuah bangsa, selalu dimulai dari hal kecil. Dan hari ini, perubahan itu dimulai dari tawa anak-anak PAUD Tunas Bangsa bersama “Sahabat” barunya Polisi, “tutup Kapolsek IPDA Amarullah Abidin. (*)














