BERITA TERKININUSANTARAPEMERINTAHAN

Edukasi Hukum di Perbatasan RI – Malaysia, Kejari Kapuas Hulu Sapa Siswa SMAN 1 Badau melalui Jaksa Masuk Sekolah

×

Edukasi Hukum di Perbatasan RI – Malaysia, Kejari Kapuas Hulu Sapa Siswa SMAN 1 Badau melalui Jaksa Masuk Sekolah

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Jarak puluhan kilometer dari kota, di garis paling ujung wilayah Indonesia, hukum tidak lagi menjadi cerita yang jauh. Rabu, 12 Agustus 2026, suara keadilan itu datang langsung ke SMAN 1 Badau, sekolah yang berdiri gagah di perbatasan Indonesia – Malaysia.

Melalui program “Jaksa Masuk Sekolah”. Bidang Intelijen Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu mengetuk pintu kelas. Bukan untuk menakut-nakuti. Tapi untuk menyadarkan. Untuk membentengi anak-anak bangsa di perbatasan agar tidak tersesat.

Di tengah deretan bangku siswa, tim Jaksa dari Bidang Intelijen berdiri. Di hadapan mereka, puluhan siswa-siswi SMAN 1 Badau duduk dengan wajah antusias. Sebagian masih canggung, sebagian lagi penasaran.

Inilah pertama kalinya mereka bertemu langsung dengan jaksa. Bukan di TV. Bukan di berita. Tapi di kelas mereka sendiri.

Haris Capry Sipahutar, S.H., Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu menjadi orang yang memecah keheningan.

“Bidang intelijen melaksanakan kegiatan jaksa masuk sekolah. Ini adalah bentuk penyuluhan hukum bagi masyarakat Kapuas Hulu, khususnya bagi siswa-siswi di Kapuas Hulu,” ujarnya membuka penyuluhan.

Suasana kelas yang tadinya formal, berubah menjadi dialog. Jaksa tidak menggurui. Mereka bercerita. Bercerita tentang bahaya narkoba yang mengintai anak muda perbatasan. Tentang jerat pinjol ilegal. Tentang bullying. Tentang kenakalan remaja yang berujung pidana. Tentang bijak bermedia sosial.

Dan di akhir setiap materi, satu kalimat yang terus digema: “KENALI HUKUM, JAUHI HUKUMAN”

“Adik-adik yang ada di perbatasan ini adalah garda terdepan bangsa. Kalian harus lebih kuat, lebih paham hukum. Jangan sampai karena ketidaktahuan, masa depan kalian hancur,” tegas Haris Capry Sipahutar.

Dijelaskan Kasitel, pemilihan SMAN 1 Badau bukan kebetulan. Sekolah ini berada di wilayah perbatasan langsung dengan Malaysia. Akses informasi, termasuk informasi hukum, seringkali terbatas. Anak-anak di sini rentan menjadi korban maupun pelaku karena minimnya pemahaman.

“Jaksa Masuk Sekolah ini kami laksanakan di SMAN 1 Badau yang merupakan daerah Perbatasan Indonesia – Malaysia. Kami ingin jaksa bidang Intelijen menyapa siswa-siswa Perbatasan di sekolah tersebut,” jelas Kasi Intelijen.

Menurut Haris, kegiatan ini lebih dari sekadar ceramah. Ini adalah bentuk kehadiran negara. Negara hadir tidak hanya dengan TNI di tapal batas. Tapi juga dengan Jaksa di ruang kelas.

Tak hanya itu, Haris Capry Sipahutar kembali menegaskan. Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu berkomitmen untuk terus hadir.

“Tidak hanya di kota, tapi sampai ke desa, sampai ke dusun, sampai ke perbatasan, “ucapnya.

Ia menambahkan, penyuluhan hukum ini adalah investasi. Kami menanamkan kesadaran hukum hari ini, agar 10-20 tahun ke depan Kapuas Hulu punya generasi yang taat hukum dan berkarakter.

“Di ujung negeri, di SMAN 1 Badau, hari itu hukum tidak lagi sekadar pasal di buku. Hukum telah menyapa, menyentuh, dan menyelamatkan, “tutup Haris Capry Sipahutar, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu. (*)