MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Langkah kaki Komandan Distrik Militer (Dandim) 1206 Putussibau Letkol Arm Andreas Prabowo Putro, S.I.Pem., M.I.P., M.Han. terhenti di halaman SMKN 1 Putussibau, Kamis pagi (20/08/2026).
Di tangannya bukan senjata, melainkan catatan dan semangat. Karena hari ini, medan juangnya adalah pendidikan.
Kedatangan orang nomor satu di Kodim 1206 Putussibau ini untuk satu misi penting meninjau langsung kesiapan SMKN 1 Putussibau menyambut program Revitalisasi Sekolah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Sejak pukul 09.00 WIB, Dandim bersama rombongan menyusuri setiap ruangan. Dari ruang kelas yang mulai memudar catnya, bengkel praktik jurusan yang menjadi jantung SMK, hingga laboratorium dan fasilitas penunjang lainnya.
Tak hanya melihat, Dandim juga duduk berdialog. Berhadapan langsung dengan Kepala SMKN 1 Putussibau Suhardi, S.Pd., para guru, dan staf. Mendengar keluh kesah, mencatat kekurangan, dan menanyakan apa yang paling mendesak dibutuhkan siswa.
“Kami ingin melihat dengan mata kepala sendiri. Data di atas kertas beda dengan kondisi di lapangan,” ujar Dandim saat meninjau langsung dilapangan.
Karena menurut Dandim, peninjauan ini menjadi bahan penting. Hasilnya akan dibawa ke meja koordinasi bersama Kemendikdasmen dan Pemda, agar program revitalisasi tepat sasaran dan tidak meleset.
Di tengah terik Putussibau, Dandim menyampaikan pesan tegas. Baginya, membangun sekolah sama artinya membangun masa depan.
“Peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan sangat penting dalam menunjang proses belajar mengajar. Lingkungan sekolah yang layak dan representatif adalah hak siswa. Itu yang akan memberikan kenyamanan dan semangat bagi mereka untuk belajar, juga bagi para guru untuk mengajar,” tegas Letkol Arm Andreas.
Ia menekankan, SMK adalah pencetak tenaga kerja. Jika fasilitasnya tertinggal, maka lulusan pun akan tertinggal bersaing.
“Kami dari TNI, khususnya Kodim 1206 Putussibau, mendukung penuh upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan adanya revitalisasi ini, kami berharap SMKN 1 Putussibau semakin maju, semakin baik, dan mampu memberikan pelayanan pendidikan yang optimal bagi para siswa,” lanjutnya.
Bagi Dandim, ini bukan soal gedung. Ini soal mimpi anak-anak perbatasan agar bisa sejajar dengan anak-anak di kota besar.
Sambutan hangat datang dari Suhardi, S.Pd. selaku Kepala SMKN 1 Putussibau. Ia mengaku gembira dan lega atas perhatian yang diberikan.
“Pak Dandim datang langsung, melihat langsung. Ini bentuk kepedulian yang luar biasa,” ucap Suhardi.
Ia berharap, melalui revitalisasi Kemendikdasmen ini, SMKN 1 tidak hanya memperbaiki bangunan. Lebih dari itu, fasilitas praktik kejuruan harus ditingkatkan agar sesuai dengan standar industri.
“Tujuan kami satu, melahirkan lulusan yang kompeten, siap kerja, dan siap membangun Kapuas Hulu. Dengan fasilitas baru, kami yakin itu bisa terwujud,” katanya penuh harap.
Ditambahkan Dandim, bagi Kodim 1206 Putussibau, mendukung pendidikan adalah bagian dari Sishankamrata. Karena ketahanan sebuah daerah tidak hanya diukur dari kekuatan alutsista, tapi juga dari kualitas sumber daya manusianya.
“Hasil peninjauan ini akan menjadi langkah awal. Akan ada koordinasi lanjutan dan evaluasi bersama agar proses revitalisasi berjalan lancar, “ucapnya.
Tak hanya itu, di ujung perbatasan, di SMKN 1 Putussibau, sebuah harapan baru sedang dibangun. Harapan bahwa suatu hari nanti, lulusan dari sekolah ini akan menjadi arsitek, teknisi, dan pengusaha yang membangun Kapuas Hulu.
Karena seperti kata Dandim “Membangun negeri, dimulai dari membangun sekolahnya, “pungkasnya mengakhiri. (*)














