BERITA TERKININUSANTARATNI DAN POLRI

Operasi Gabungan BBM di Kapuas Hulu, Tim Temukan Barcode Tidak Sesuai

×

Operasi Gabungan BBM di Kapuas Hulu, Tim Temukan Barcode Tidak Sesuai

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Sejak pukul 08.30 WIB, Kamis (20/8/2026), suasana di 4 SPBU wilayah Putussibau Utara dan Putussibau Selatan Ibukota Kabupaten Kapuas Hulu berbeda dari biasanya.

Tim Operasi Terpadu Kabupaten Kapuas Hulu berdiri di setiap antrian. Ada aparat dari Polres, Kodim, Kejaksaan, Satpol PP, hingga Dishub. mengawasi dan menertibkan pendistribusian BBM bersubsidi.

Operasi ini dipimpin Asisten II Setda Kapuas Hulu Triwati, S.P., M.Si. bersama Kabag Ops Polres Kapuas Hulu Kompol Nyandang, S.H. Dengan kekuatan 31 personel Polres dan 7 personel Kodim 1206 Putussibau, tim menyisir SPBU satu per satu.

4 SPBU Jadi Sasaran Pengawasan

Berdasarkan data di lapangan, tim melakukan pemeriksaan di:

1. SPBU PT. Gelora Jumhana – Jl. Kom Yos Sudarso

2. SPBU PT. Putra Kedamin Jaya – Jl. Lintas Timur

3. SPBU PT. UKM Kapuas Hulu – Jl. Lintas Selatan

4. SPBU PT. Kedamin Maju Mandiri – Jl. Lintas Utara, Desa Pala Pulau

Hasil pengawasan menunjukkan variasi stok dan antrian. Di SPBU PT. Kedamin Maju Mandiri tercatat stok Pertalite paling besar, 24.000 liter, dengan ±500 R2 dan ±110 R4 mengisi. Sementara di 3 SPBU lainnya stok Pertalite 8.000 liter per SPBU.

Pembatasan pengisian juga ditegakkan R2 maksimal 5 liter, R4 maksimal 20 liter, dan Solar subsidi R4/R6 maksimal 40 liter.

Temuan: Ada Barcode Tidak Sesuai, Nihil Tangki Modifikasi

Dari hasil pemeriksaan, tim menemukan beberapa pelanggaran administrasi penggunaan barcode.

Kasi Humas Polres Kapuas Hulu IPTU Jamali menjelaskan hasil temuan kepada awak media.

“Dari 4 SPBU yang kita lakukan pemeriksaan, kita masih menemukan adanya kendaraan roda empat yang menggunakan Barcode Pertamina tidak sesuai dengan kendaraannya atau tidak memiliki barcode. Khususnya di SPBU PT. UKM Kapuas Hulu ditemukan 3 unit, SPBU Kedamin Maju Mandiri juga ditemukan, dan di SPBU Gelora Jumhana sekitar 20 unit,” jelas IPTU Jamali.

Namun ada kabar baik. Tidak ditemukan satupun kendaraan yang menggunakan tangki modifikasi atau tangki siluman di keempat lokasi tersebut.

“Untuk SPBU PT. Putra Kedamin Jaya, hasil pemeriksaannya nihil. Tidak ditemukan barcode tidak sesuai maupun penggunaan tangki modifikasi,” tambah Kasi Humas.

Selain pengawasan, tim juga memberikan edukasi kepada pengendara dan pengelola SPBU. Isinya agar pengendara menggunakan barcode sesuai data kendaraan, antre dengan tertib, dan tidak mengganggu arus lalu lintas.

Pihak SPBU juga ditegaskan untuk membatasi penjualan dan memprioritaskan kendaraan pelayanan masyarakat seperti ambulans, damkar, dan kendaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebagai bentuk pencegahan, tim turut memasang dan menyerahkan banner imbauan di masing-masing SPBU. Isinya larangan memodifikasi tangki dan larangan antre di luar jam operasional.

IPTU Jamali menegaskan, operasi terpadu ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah bersama TNI, Polri, dan Kejaksaan.

“Kegiatan operasi terpadu ini merupakan langkah bersama untuk memastikan pendistribusian BBM bersubsidi tepat sasaran dan tepat volume kepada masyarakat yang berhak. Sekaligus untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan atau penyelewengan BBM subsidi,” ujarnya.

Ia juga memastikan pengawasan akan terus dilakukan secara berkala.

“Pemerintah daerah bersama instansi terkait akan terus melakukan pengawasan. Tujuannya agar ketersediaan BBM bagi masyarakat dapat terjamin dan potensi kerugian negara maupun kelangkaan BBM dapat kita cegah,” tutup Kasi Humas Polres Kapuas Hulu. (*)