MATTANEWS.CO, MALANG KOTA — Pemerintah Kota Malang memperkuat langkah pengendalian inflasi dengan memastikan ketersediaan dan keterjangkauan kebutuhan pokok serta bahan bakar minyak (BBM) di tengah dinamika harga dan pasokan.
Pemantauan langsung dilakukan melalui inspeksi mendadak (sidak) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan tersebut menyasar sejumlah titik strategis, mulai dari SPBU 54.651.73 Jalan Ciliwung, distributor CV Podo Seneng, Pasar Blimbing hingga Pasar Klojen. Pemantauan dilakukan untuk memperoleh gambaran faktual mengenai harga, stok dan kelancaran distribusi komoditas yang berpengaruh terhadap kebutuhan masyarakat.
Sidak dimulai sekitar pukul 08.50 WIB dengan melibatkan unsur Forkopimda Kota Malang, perangkat daerah, Bank Indonesia, Perum BULOG, Pertamina serta Polresta Malang Kota. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari strategi Pemkot Malang dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah melalui pengawasan dari hulu hingga hilir.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan pemantauan lapangan merupakan tindak lanjut hasil rapat koordinasi pengendalian inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri. Menurutnya, data mengenai perkembangan harga perlu disandingkan dengan kondisi riil di pasar agar kebijakan yang diambil pemerintah benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.
“Keterbatasan pasokan diduga dipengaruhi belum masuknya musim panen serta kondisi kemarau yang berlangsung cukup panjang. Tingginya permintaan masyarakat terhadap jenis beras tertentu turut memperketat ketersediaan di pasaran,” kata Wahyu.
Dari hasil pemantauan, kondisi sebagian besar kebutuhan pokok dan BBM masih relatif terkendali. Kendati demikian, ketersediaan beras premium menjadi salah satu perhatian utama karena pasokannya belum sepenuhnya sebanding dengan kebutuhan masyarakat.
Pemkot Malang memandang kondisi tersebut perlu diantisipasi sejak dini. Pemerintah tidak ingin tekanan pada pasokan berkembang menjadi kelangkaan yang kemudian berdampak terhadap harga dan daya beli masyarakat.
Pada sektor BBM, rombongan TPID menemukan adanya peningkatan permintaan Pertalite di SPBU Jalan Ciliwung. Tingginya antrean kendaraan bahkan terlihat hingga mendekati bahu jalan.
Peningkatan permintaan tersebut terjadi di tengah naiknya harga Pertamax. Namun, berdasarkan informasi dari Pertamina, persediaan BBM di lokasi masih aman dan distribusi berjalan lancar sehingga belum terdapat indikasi kelangkaan.
Kondisi tersebut tetap menjadi perhatian Pemkot Malang karena perubahan pola konsumsi dapat memengaruhi distribusi apabila tidak diimbangi dengan pengawasan dan koordinasi yang baik. Karena itu, pemantauan terhadap stok, arus distribusi serta perkembangan harga akan terus dilakukan secara berkala.
Dalam pengawasan distribusi BBM, Pemkot Malang juga menggandeng jajaran Polresta Malang Kota. Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo PS menegaskan kepolisian siap mendukung langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Polresta Malang Kota siap mengawal pengendalian inflasi. Kami turut memantau data faktual mengenai kondisi pasokan serta perkembangan harga kebutuhan masyarakat, mulai bahan pokok maupun BBM,” ujar Danang.
Selain memastikan kelancaran distribusi, kepolisian juga akan melakukan langkah penegakan hukum apabila ditemukan praktik penimbunan maupun penyalahgunaan BBM yang berpotensi merugikan masyarakat.
“Kepolisian siap melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di lokasi SPBU, sekaligus berkoordinasi dengan pengelola maupun instansi terkait untuk memastikan pelayanan berjalan tertib. Apabila ditemukan indikasi penimbunan atau penyalahgunaan BBM, tentu akan kami tindak sesuai ketentuan hukum,” tegasnya.
Pemkot Malang menilai pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan secara parsial.
Stabilitas harga membutuhkan sinergi antara pemerintah, pelaku distribusi, aparat penegak hukum, lembaga pengendali pangan serta seluruh pemangku kepentingan.
Karena itu, hasil sidak TPID akan menjadi bagian dari bahan evaluasi pemerintah dalam menentukan langkah lanjutan, khususnya untuk menjaga pasokan beras premium dan memastikan distribusi BBM tetap berjalan normal.
Melalui pengawasan yang dilakukan secara konsisten, Pemkot Malang berupaya menjaga tiga aspek utama, yakni ketersediaan barang, keterjangkauan harga dan kelancaran distribusi. Upaya tersebut diarahkan agar stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga dan masyarakat tidak terbebani oleh gejolak harga maupun persoalan pasokan.
Bagi Pemkot Malang, pengendalian inflasi bukan sekadar menjaga angka statistik ekonomi, melainkan memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap tersedia dengan harga yang wajar.
Langkah antisipatif dan koordinasi lintas sektor pun terus diperkuat untuk menjaga kondisi tersebut.














