PEMERINTAHANPENDIDIKAN

Apresiasi Hasil Kerja Tim Ekspedisi Patriot Unpad, Bupati Fakfak Dorong Keberlanjutan Program 5 Tahun Kedepannya

×

Apresiasi Hasil Kerja Tim Ekspedisi Patriot Unpad, Bupati Fakfak Dorong Keberlanjutan Program 5 Tahun Kedepannya

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, FAKFAK – Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP., mendorong agar program Tim Ekspedisi Patriot Universitas Padjadjaran (Unpad) dapat berkelanjutan, sehingga hasil kajian, pendampingan, dan pemaparan program yang telah disusun dapat terus diterapkan setelah masa penugasan tim berakhir. Harapan tersebut disampaikan Bupati setelah menyaksikan langsung pemaparan hasil kerja tim di kawasan transmigrasi Bomberay -Tomage, Rabu (23/9/2026).

“Selaku Bupati Kabupaten Fakfak, saya sangat mengapresiasi tim Patriot yang hadir kurang lebih dua bulan, namun hasilnya sangat luar biasa,” ujar Samaun Dahlan.

Bupati berharap masyarakat, kepala kampung, kepala distrik, serta pimpinan perangkat daerah dapat bersinergi dan mempelajari pengetahuan yang dibawa tim. Hasil rancangan yang telah disusun perlu diterapkan, terutama di kawasan Bomberay dan Tomage. Bupati juga berencana melibatkan kepala distrik lainnya untuk turut mempelajari dan mempraktikkan hasil kerja tim.

“Harapan saya, ini tetap berkelanjutan. Keberlanjutan selama sekitar lima tahun dapat membawa perubahan besar di Kabupaten Fakfak,” tegasnya, seraya meminta Kementerian Transmigrasi untuk melanjutkan program tersebut.

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Distrik Tomage ini dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Fakfak, Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Lud Masrur Kamudi, S.I.P., M.Si., Kapolres Fakfak, Kepala Kejaksaan Negeri Fakfak, unsur TNI dan Batalyon 808, kepala distrik, kepala kampung, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta Tim Ekspedisi Patriot Unpad. Selain membahas hasil kerja, forum juga menyinggung penanganan kebakaran hutan dan lahan serta kondisi kekeringan di wilayah tersebut.

Tim Ekspedisi Patriot memaparkan temuan dalam lima rumpun bidang: listrik–air–energi, agrokompleks, kesehatan, UMKM, serta pariwisata–kebudayaan–pendidikan. Temuan mencakup kerusakan jaringan irigasi, keterbatasan akses air dan pasokan pupuk, kebutuhan percepatan jaringan listrik, hingga penguatan layanan posyandu.

Pada sektor listrik, air, dan energi, tim memetakan dua titik kerusakan saluran irigasi primer di Bomberay, melakukan pengujian kualitas air tanah bersama Puskesmas, serta menyusun model pengolahan air dan energi surya berbasis sumber daya lokal.

Bidang agrokompleks menyajikan hasil demplot singkong dan jagung, pemantauan kondisi tanah, pengembangan sistem padi–mina, serta pembuatan pupuk organik cair dan pakan ternak. Di Bomberay, kegiatan meliputi edukasi peternak, pemberian obat cacing bagi 30 peternak, pembangunan kandang percontohan, serta pengembangan bibit dan pakan ternak. Hasil pertama pupuk organik cair bermerek telah diuji dan dikirim ke laboratorium di Jawa.

Dalam bidang kesehatan, tim melatih kader posyandu di Tomage dan Bomberay. Bupati menilai kegiatan ini mendukung upaya penurunan stunting dan meminta setiap kampung memiliki posyandu aktif yang berkoordinasi dengan Puskesmas setempat.

Sementara itu, sektor UMKM mencatat adanya pelatihan literasi dan pemasaran digital, pendampingan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal dan PIRT, hingga penyusunan situs profil potensi kampung yang melibatkan 30 peserta dari 11 desa.

Bidang pendidikan dan kebudayaan menyusun modul ajar tentang tradisi dan keberagaman Fakfak, merevitalisasi perpustakaan, serta membentuk Zona Selamat Sekolah di Kampung Mekarsari. Di sektor pariwisata, tim memetakan potensi dan menyiapkan pembentukan Kelompok Sadar Wisata di bawah pembinaan pemerintah distrik.

Menanggapi hasil tersebut, Bupati meminta tim dipanggil kembali untuk mempresentasikan laporan lengkap di Kota Fakfak bersama seluruh pimpinan perangkat daerah. Ia juga mengarahkan Dinas Pertanian lebih aktif turun ke lapangan, meminta rumusan formula pakan ternak yang terjangkau, serta mengoordinasikan kebutuhan pupuk dan pengujian sumur bor melalui kerja sama dengan ITB. Untuk UMKM dan pariwisata, direncanakan kegiatan gabungan lintas dinas guna memperluas pendampingan hingga ke distrik lainnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Lud Masrur Kamudi, menyatakan hasil kajian tim akan menjadi dasar rekomendasi program pemerintah daerah. Ia berharap pendampingan juga melibatkan masyarakat lokal yang tinggal berdampingan dengan kawasan transmigran.

“Hasil kajian dan riset Tim Ekspedisi Patriot ini akan dijadikan rekomendasi bagi penyusunan program kerja perangkat daerah,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Tim Kelompok 13 yang mengusung program KAPASITA-BT (Kapabilitas Sosial Transmigrasi Adaptif Bomberay–Tomage) akan menyelenggarakan lokakarya peningkatan kapasitas kelembagaan, keuangan, dan pemasaran pada Minggu, 27 September 2026 di Aula SMK Negeri 2 Fakfak, dengan narasumber Prof. Usep Suhud, M.Si., Ph.D. Program ini menargetkan pembentukan kelompok usaha pengolahan sagu dan produk unggulan lainnya, serta memohon dukungan pemerintah daerah agar pendampingan dapat berlanjut setelah masa penugasan berakhir.

Penulis: Mokhsen