BERITA TERKININUSANTARAPEMERINTAHAN

Sungai Antu Puring Kencana Simpan Pesona Alam, Potensi Wisata Air di Perbatasan Indonesia-Malaysia

×

Sungai Antu Puring Kencana Simpan Pesona Alam, Potensi Wisata Air di Perbatasan Indonesia-Malaysia

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Di tengah bentang alam perbatasan Indonesia-Malaysia, Kecamatan Puring Kencana, Kabupaten Kapuas Hulu, menyimpan sejumlah potensi wisata alam yang masih belum banyak tersentuh pengembangan. Salah satunya Riam Bandam di kawasan Sungai Antu.

Bagi warga lokal, kawasan tersebut kini menjadi salah satu andalan objek wisata alam di Kecamatan Puring Kencana. Aliran air yang melewati hamparan bebatuan alami membentuk jeram dan riam yang menghadirkan panorama khas wisata alam pedalaman Kalimantan.

Keindahan kawasan Sungai Antu tidak hanya terletak pada aliran airnya. Pepohonan hijau dan bentang alam yang masih relatif alami membuat kawasan ini memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana alam.

Berdasarkan dokumentasi lokasi, kawasan Sungai Antu berada di sepanjang Jalan Sungai Antu, Kecamatan Puring Kencana, Kabupaten Kapuas Hulu, dengan koordinat sekitar 0°59’15,672″ Lintang Utara dan 111°36’42,676″ Bujur Timur.

Camat Puring Kencana Piet Soemaryoto mengatakan, Riam Bandam saat ini menjadi salah satu lokasi wisata alam yang cukup diminati masyarakat lokal.

“Riam Bandam di Sungai Antu merupakan salah satu andalan objek wisata alam Kecamatan Puring Kencana bagi warga lokal,” kata Piet Soemaryoto saat dikonfirmasi Mattanews.co.Sabtu (3 Oktober 2026)

Menurutnya, potensi tersebut masih dapat dikembangkan sehingga kawasan Sungai Antu tidak hanya menjadi tempat rekreasi masyarakat sekitar, tetapi juga memiliki daya tarik yang lebih luas.

Namun, pengembangan wisata tersebut membutuhkan dukungan amenitas atau sarana dan prasarana pariwisata. Salah satu kebutuhan yang dinilai penting adalah penyediaan fasilitas dasar bagi pengunjung.

“Masih perlu penambahan amenitas atau sarana prasarana pariwisata agar berwisata lebih nyaman bagi pengunjung,” ujarnya.

Ia menyebut, fasilitas yang perlu mendapat perhatian di antaranya penyediaan toilet serta tanda-tanda peringatan maupun imbauan di sekitar kawasan wisata.

“Keberadaan tanda peringatan menjadi penting mengingat karakter kawasan berupa aliran sungai, bebatuan dan riam memiliki potensi risiko bagi pengunjung, terutama ketika kondisi arus meningkat, “tutur Piet.

Kemudian, penyediaan fasilitas tersebut juga menjadi bagian penting dalam membangun kawasan wisata yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

“Selain fasilitas dasar, pengembangan Sungai Antu perlu dilakukan dengan memperhatikan kondisi lingkungan. Keaslian kawasan menjadi salah satu modal utama yang membuat lokasi tersebut memiliki daya tarik wisata, “ucapnya.

Selain itu, pengelolaan yang terlalu masif tanpa memperhatikan daya dukung alam justru berpotensi mengurangi nilai kawasan.

“Karena itu, pengembangan wisata berbasis alam perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga kebersihan, kelestarian vegetasi dan kondisi aliran sungai, “kata Piet.

Tak hanya itu, Sungai Antu juga memiliki nilai strategis karena berada di Kecamatan Puring Kencana yang merupakan salah satu wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

“Potensi wisata alam di kawasan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan alam Kapuas Hulu kepada masyarakat yang lebih luas, “ujar Piet.

Ditambahkan Piet, dengan panorama bebatuan, riam dan hutan yang masih hijau, Riam Bandam memiliki modal alam yang kuat untuk dikembangkan. Tinggal bagaimana potensi tersebut ditopang fasilitas yang memadai, pengelolaan yang berkelanjutan serta perhatian terhadap keselamatan pengunjung.

“Jika dikembangkan secara bertahap dan melibatkan masyarakat lokal, Riam Bandam Sungai Antu berpeluang menjadi salah satu ikon wisata alam Puring Kencana di kawasan perbatasan Kapuas Hulu, “pungkasnya mengakhiri. (*)

Penulis: Bayu Hary Widodo
Editor: Riki Okta Putra