MATTANEWS. CO, MUSI BANYUASIN – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin terus mengoptimalkan pendapatan daerah melalui evaluasi bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Muba. Hingga 2 Oktober 2026, realisasi pendapatan daerah mencapai sekitar Rp1,806 triliun dari target APBD Induk TA 2026 sebesar Rp3,118 triliun.
Rapat evaluasi digelar di Ruang Rapat Badan Musyawarah DPRD Kabupaten Muba, dihadiri Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Muba Drs RE Aidil Fitri, Plt Kepala Bapenda Muba Noor Yosept Zaath, ST., MT., Kepala Dishub Muba M Hatta, SE., M.Si., serta pimpinan dan anggota DPRD Muba.
Dari total pendapatan tersebut, pendapatan transfer telah terealisasi sekitar Rp1,477 triliun atau 63,79 persen dari target Rp2,315 triliun. Sementara itu, Pemkab Muba terus memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi pajak dan retribusi daerah.
Sejumlah sektor pajak bahkan telah melampaui target. Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan mencapai sekitar Rp14,18 miliar atau 250,97 persen dari target Rp5,65 miliar. Pajak Air Tanah juga mencapai 136,66 persen, disusul capaian positif pada sejumlah objek Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), termasuk sektor perhotelan serta kesenian dan hiburan.
Pada sektor retribusi, sejumlah objek juga telah melampaui target, antara lain retribusi tempat usaha pasar, grosir dan pertokoan, tempat khusus parkir, pelayanan persampahan, tempat rekreasi, pariwisata dan olahraga, serta penyediaan dan/atau penyedotan kakus.
Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Muba Drs RE Aidil Fitri mengatakan, evaluasi bersama Banggar DPRD Muba menjadi bagian penting untuk memastikan pengelolaan pendapatan daerah berjalan optimal dan terukur.
“Pemerintah daerah terus melakukan berbagai langkah untuk mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan yang ada, sekaligus memastikan target yang telah ditetapkan dapat dikejar secara maksimal,” ujarnya.
Plt Kepala Bapenda Muba Noor Yosept Zaath memaparkan capaian penerimaan masing-masing sektor sekaligus potensi yang masih dapat dioptimalkan.
Sementara itu, Ketua DPRD Muba Afitni Junaidi Gumay, SE., MM. menegaskan pentingnya sinergi legislatif dan eksekutif dalam mengawal pendapatan daerah.
“Semangatnya bukan sekadar mengejar angka, tetapi bagaimana seluruh potensi yang ada bisa dikelola optimal untuk memperkuat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Muba,” pungkasnya.














