BERITA TERKINIHEADLINEHUKUM & KRIMINAL

Dua Aksi Pecah di Depan Polda Sumsel, Dua Wartawan dan Tiga Mahasiswa Terluka

×

Dua Aksi Pecah di Depan Polda Sumsel, Dua Wartawan dan Tiga Mahasiswa Terluka

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Merasa terdesak saat mendapat intimidasi dan pemukulan dari rombongan massa solidaritas pembangian masker, di depan Mapolda Sumsel, dua jurnalis, Mulyadi dan Rahmat Kurniawan, mengalami luka cukup serius dibagian wajah, saat meliput aksi damai mahasiswa Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus Palembang, Selasa (13/10/2026).

Kejadian itu berawal saat kedua wartawan tengah meliput aksi demontrasi mahasiswa, tentang desakan penegakan hukum atas kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Sumatera Selatan, persis di depan Mapolda Sumsel. Seperti biasa, sebelum dimulai aksi damai tersebut, mendapat pengawalan penuh dari pihak kepolisian, baik dari Polda Sumsel, Polrestabes Palembang.

Selain dua jurnalis yang menjadi korban aksi kekerasan demontrasi tersebut, tiga mahasiswa dan satu anggota Polri juga ikut terluka. Aksi ini sangat disayangkan, ketika keributan terjadi, pihak kepolisian hanya bisa melihat dan melerai saja.

Ketika di wawancarai, wartawan Pal TV, Mulyadi mengatakan awalnya bersama rombongan wartawan lainnya sedang meliput aksi damai mahasiswa di depan Mapolda Sumsel.

“Saya dan wartawan lainnya sedang meliput, tidak disangka rombongan massa terpecah dua bagian, ada yang membagikan masker dan satunya aksi demo yang menyorot tentang penindakan kabut asap (karhutla) di Sumsel,” terangnya.

Pertemuan dua rombongan tersebut berpuncak pada keributan, yang mengakibatkandua jurnali, satu oknum polisi dan tiga mahasiswa terluka.

“Saya sempat diintimidasi, dipaksa menghapus rekaman video keributan. Saya sudah menjelaskan kalau saya hnaya melaksanakan tugas sebagai jurnalis, namun rombongan tersebut tidak terima dan memukuli saya,” jelasnya.

Suasana yang mulai anarkis tersebut, membuat dirinya dan rekan yang lain kesulitan.

“Saya dan rekan saya, Rahmat Kurniawan juga saat live streaming juga dipukuli. Kami sudah meminta pertolongan kepada petugas kepolisian yang mengawal aksi tersebut, namun tidak ada satu pun yang memberikan pertolongan,” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian, baik Polda Sumsel maupun Polrestabes Palembang.

Penulis: Selfy
Editor: Selfy