BERITA TERKININUSANTARAPEMERINTAHAN

Tanah Datar Diselimuti Kabut Asap, Dinas Perkim LH Nyatakan Kualitas Udara Tidak Sehat

×

Tanah Datar Diselimuti Kabut Asap, Dinas Perkim LH Nyatakan Kualitas Udara Tidak Sehat

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, TANAH DATAR – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyebabkan wilayah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, diselimuti kabut asap. Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) setempat menyatakan kualitas udara saat ini berada dalam kategori tidak sehat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pengendalian Lingkungan Dinas Perkim LH Tanah Datar, Eva Gusfayanti, S.P., saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (16/10/2026).

Eva mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemantau di tingkat pusat untuk mengetahui kondisi kualitas udara akibat kabut asap yang menyelimuti Tanah Datar dan wilayah sekitarnya.

“Dinas Perkim LH terus berkoordinasi dengan pusat terkait kabut asap yang terjadi di Tanah Datar dan sekitarnya. Untuk saat ini, kualitas udara di wilayah Tanah Datar dinyatakan kurang sehat,” kata Eva.

Sebagai upaya mengurangi kabut asap, pihaknya juga mengimbau pemerintah nagari agar mengingatkan masyarakat untuk sementara waktu tidak melakukan pembakaran terbuka, termasuk membakar jerami.

“Kami berkoordinasi dengan dinas lain, seperti Kominfo. Kami juga menyampaikan imbauan kepada nagari-nagari agar masyarakat tidak melakukan pembakaran terlebih dahulu, termasuk membakar jerami. Mudah-mudahan kabut asap bisa segera mereda,” ujarnya.

Di tengah kondisi tersebut, kegiatan belajar mengajar bagi anak-anak sekolah untuk sementara dilaksanakan secara daring dari rumah.

Namun, perhatian juga tertuju pada rencana perhelatan pacu kuda yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu dan Senin. Kegiatan tersebut diperkirakan mengundang banyak masyarakat, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai langkah antisipasi pemerintah daerah terhadap dampak kabut asap bagi pengunjung.

Saat ditanya mengenai bentuk imbauan atau langkah antisipasi terkait pelaksanaan pacu kuda tersebut, Eva mengatakan persoalan itu berada di luar kewenangannya.

Menurut dia, koordinasi antara kepala dinas dan panitia penyelenggara telah dilakukan, tetapi dirinya tidak terlibat langsung dalam rapat tersebut.

“Kami di sini hanya sebagai kepala bidang. Kalau masalah koordinasi dengan pihak panitia pacu kuda, itu urusan kepala dinas karena kami tidak ikut dalam rapat koordinasi tersebut,” pungkasnya.

Dengan kondisi kualitas udara yang dinyatakan tidak sehat dan aktivitas masyarakat yang masih berlangsung, langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap, terutama bagi anak-anak dan masyarakat yang menghadiri pacu kuda, menjadi hal yang perlu mendapat perhatian pemerintah daerah.

Penulis: M Rafi
Editor: Riki Okta Putra