INFOTAINMENT

Rock Never Dies! Tribute Nicky Astria Satukan Musisi dan Komunitas Rock Palembang

×

Rock Never Dies! Tribute Nicky Astria Satukan Musisi dan Komunitas Rock Palembang

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG — Gelaran musik Tribute Nicky Astria berlangsung meriah dan penuh energi di Studio 12 Music & Resto, Palembang, Minggu (18/10/2026) malam. Tak sekadar menjadi panggung penghormatan bagi legenda lady rocker Indonesia, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi musisi lintas generasi dan komunitas rock di Kota Palembang.

Digelar mulai pukul 19.00 hingga 23.00 WIB, kegiatan tersebut menghadirkan nuansa nostalgia sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di antara para musisi, komunitas musik, dan pencinta rock di Sumatera Selatan.

Antusiasme penonton semakin terasa melalui penampilan sejumlah musisi lokal yang membawakan lagu-lagu legendaris Nicky Astria. Karya-karya yang telah melekat di hati penggemar musik rock itu kembali bergema, mempertemukan generasi senior dan generasi muda dalam satu panggung.

Rangkaian acara diawali dengan penampilan band pembuka 12 Session dan Goodfather, kemudian dilanjutkan dengan Bumper Lighting Show dari BNB Production yang semakin menghidupkan atmosfer pertunjukan.

Pada sesi utama, sejumlah lagu populer Nicky Astria dibawakan, di antaranya *Cinta Kota Tua, Jerit Tangis Anak Manusia, Gairah Jiwa, Samar Bayangan, Bias Sinar, Misteri Cinta, Tangan-Tangan Setan, hingga Jarum Neraka.

Sejumlah musisi dan vokalis turut ambil bagian dalam pertunjukan tersebut, di antaranya Dewi Asta, Hanani, Bakar, Ardi, Yayak, Beben, Singgih, Icha Bintang, Vivi, Fuji Caresso, Oppie, Shinta, Mami Lia, Diwa, Oejank, Agus, dan MC Rizma. Kolaborasi para pengisi acara memberikan warna tersendiri dalam membawakan repertoar musik rock Indonesia.

Salah satu hal yang menonjol dari penyelenggaraan Tribute Nicky Astria adalah terciptanya ruang pertemuan bagi musisi senior, generasi masa kini, komunitas musik, serta pencinta rock di Palembang.

Hal tersebut mendapat apresiasi dari Andi Papa Biru, salah satu musisi sekaligus Ketua Paguyuban Slankers Sumatera Selatan, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut.

Andi mengaku senang dengan terselenggaranya acara ini. Menurutnya, kegiatan musik seperti Tribute Nicky Astria memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar pertunjukan hiburan.

Selain memberikan penghormatan kepada karya musisi legendaris, acara ini menjadi wadah silaturahmi, mempererat hubungan antarmusisi lintas generasi, serta membangun kebersamaan di antara berbagai komunitas musik rock di Palembang.

Pertemuan tersebut diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi, pertukaran pengalaman, dan pengembangan kegiatan musik lokal secara berkelanjutan.

Semangat kebersamaan itu sekaligus menunjukkan bahwa panggung musik lokal memiliki peran penting dalam menjaga solidaritas komunitas, memperkuat regenerasi, dan merawat ekosistem musik di Sumatera Selatan.

Kemeriahan Tribute Nicky Astria juga tidak terlepas dari dukungan berbagai komunitas musik yang turut menyukseskan kegiatan tersebut.

Sejumlah komunitas yang memberikan dukungan di antaranya Gong Sriwijaya, Kawan Lamo, Musi Lady Rock, NickFam, Kerukunan Keluarga Pedangdut Palembang, Slankers Palembang, Rock in 12, Jammers Palembang, KPJ Palembang, Slankers Sumsel, IBF Sumsel, Rakyat Metal Kertapati, Pal7 Studio, dan Srikandi Harmoni.

Dukungan juga datang dari sejumlah perwakilan Dewan Kesenian Palembang, Dewan Kesenian Sumatera Selatan, serta komunitas lainnya.

Keterlibatan berbagai kelompok tersebut memperlihatkan bahwa musik mampu menjadi ruang pemersatu yang melampaui perbedaan generasi maupun latar belakang komunitas.

Penyelenggaraan acara ini turut didukung melalui kolaborasi Studio 12 Music & Resto, BNB Production, LED Project, Bintang Sound & Lighting, serta IKKI Reborn.

Sinergi antara penyelenggara, musisi, pendukung teknis, dan komunitas menjadi bagian penting dalam menghadirkan ruang kreativitas sekaligus apresiasi bagi perkembangan musik lokal.

Malam penuh nostalgia tersebut ditutup dengan persembahan lagu Panggung Sandiwara melalui penampilan kolaboratif para pengisi acara.

Kemeriahan yang tercipta menjadi bukti bahwa karya-karya musik rock Indonesia masih memiliki tempat istimewa di tengah masyarakat. Kegiatan tribute juga menjadi sarana untuk memperkenalkan kembali karya musisi legendaris kepada generasi yang lebih muda.

Lebih dari sekadar hiburan, panggung musik lokal dapat menjadi ruang apresiasi, komunikasi, regenerasi, dan penguatan jejaring antarpelaku seni.

Dengan semangat kolaborasi yang terbangun, Tribute Nicky Astria diharapkan menjadi inspirasi bagi terselenggaranya lebih banyak kegiatan serupa di Palembang.

Sebab, musik bukan hanya tentang siapa yang berdiri di atas panggung, melainkan juga tentang persaudaraan, kebersamaan, dan semangat yang terus hidup di antara para pencintanya.

Penulis: Janes Putra