INFOTAINMENT

Kotatua Rilis EP “AFEKSI”, Lima Lagu yang Ajak Pendengar Selami Dinamika Perasaan Manusia

×

Kotatua Rilis EP “AFEKSI”, Lima Lagu yang Ajak Pendengar Selami Dinamika Perasaan Manusia

Sebarkan artikel ini
Personel band alternative asal Palembang, kotatua, dari kiri ke kanan: Boston (bass), Bonny (gitar 1), Rian (vokal), Rizki (drum), dan Fajar (gitar 2). Kotatua resmi memperkenalkan EP terbaru bertajuk AFEKSI yang menghadirkan lima lagu tentang dinamika perasaan dan hubungan antarmanusia.

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Band alternative asal Palembang, Sumatera Selatan, kotatua, resmi memperkenalkan EP terbaru bertajuk AFEKSI. Menghadirkan lima lagu dengan cerita dan nuansa berbeda, karya ini merangkum beragam dinamika emosional manusia, mulai dari penyesalan, ketidakjujuran dalam hubungan, kejenuhan, hingga harapan dan kebersamaan.

Melalui EP AFEKSI, kotatua mencoba menghadirkan cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pengalaman personal, perjalanan hubungan antarmanusia, serta berbagai perasaan yang terkadang sulit diungkapkan melalui kata-kata menjadi benang merah dalam rilisan terbaru mereka.

EP ini memuat lima lagu, yakni “Penyesalan”, “Rasa Palsu”, “Jenuh”, “Berdua”, dan “Kanvas Pelangi”. Masing-masing lagu membawa perspektif tersendiri, tetapi tetap terhubung dalam satu rangkaian cerita mengenai perjalanan perasaan manusia.

Lagu “Penyesalan” mengangkat refleksi tentang masa lalu dan kesadaran bahwa tidak semua hal dapat diulang kembali. Sementara itu, “Rasa Palsu” menggambarkan situasi ketika ketulusan dan kenyataan dalam sebuah hubungan tidak selalu berjalan beriringan.

Melalui kedua lagu tersebut, kotatua mengajak pendengar melihat kembali pengalaman dan perasaan yang pernah hadir dalam sebuah hubungan, termasuk ketika kepercayaan mulai dipertanyakan dan kenangan meninggalkan kesan mendalam.

Nuansa berbeda hadir dalam lagu “Jenuh”, yang menggambarkan fase ketika hubungan atau keadaan mulai terasa berubah. Rasa lelah, kebosanan, dan perubahan emosi menjadi bagian dari dinamika yang dapat dialami seseorang dalam perjalanan hidupnya.

Di sisi lain, lagu “Berdua” membawa pesan tentang kebersamaan dan keinginan untuk tetap melangkah bersama seseorang, meskipun berbagai tantangan menghadang. Adapun “Kanvas Pelangi” menghadirkan gambaran tentang warna, harapan, dan kemungkinan baru yang dapat ditemukan dalam perjalanan perasaan manusia.

Kelima lagu tersebut disusun sebagai rangkaian cerita yang memperlihatkan bahwa emosi manusia tidak selalu berjalan dalam satu arah. Ada fase ketika seseorang harus berdamai dengan masa lalu, mempertanyakan ketulusan, menghadapi kejenuhan, mempertahankan kebersamaan, hingga kembali menemukan harapan.

Sebagai band yang mengusung genre alternative, kotatua berupaya membangun identitas musikal melalui perpaduan karakter musik dan narasi yang dekat dengan pengalaman pendengar. Dalam AFEKSI, musik tidak hanya menjadi medium untuk menyampaikan melodi dan lirik, tetapi juga ruang untuk membangun kedekatan emosional.

Pendekatan tersebut memberikan kesempatan bagi pendengar untuk memaknai setiap lagu berdasarkan pengalaman masing-masing. Cerita yang disampaikan melalui lirik dapat memiliki arti berbeda bagi setiap orang, bergantung pada kenangan, hubungan, dan fase kehidupan yang pernah mereka lalui.

Bagi kotatua, AFEKSI bukan sekadar kumpulan lima lagu dalam satu rilisan. EP ini merupakan rangkaian cerita yang menggambarkan beragam sisi kehidupan emosional manusia, lengkap dengan perubahan, pertentangan, dan harapan yang menyertainya.

Melalui karya ini, kotatua berharap lagu-lagu dalam AFEKSI dapat menemukan tempat di hati pendengar, khususnya mereka yang pernah mengalami berbagai fase perasaan sebagaimana tergambar dalam setiap lagu.

Kotatua juga ingin memberikan ruang bagi pendengar untuk menemukan cerita mereka sendiri dalam musik yang dihadirkan. Baik melalui pengalaman yang telah berlalu, kenangan yang masih tersimpan, maupun perasaan yang belum sempat diungkapkan.

Lebih dari sekadar menjadi hiburan, AFEKSI diharapkan dapat menemani pendengar dalam berbagai suasana. Sebuah lagu terkadang mampu mewakili perasaan yang sulit dijelaskan, mengingatkan seseorang pada fase tertentu dalam hidupnya, atau menjadi ruang untuk berhenti sejenak dan memahami apa yang sedang dirasakan.

Dengan perilisan EP AFEKSI, kotatua menandai langkah baru dalam perjalanan musikal mereka sebagai band alternative asal Palembang, Sumatera Selatan.

Lima lagu, lima cerita, dan beragam emosi menjadi satu kesatuan dalam *AFEKSI*—sebuah karya yang mengajak pendengar menyelami perasaan, memahami hubungan, dan menemukan makna personal di balik setiap perjalanan kehidupan.

Penulis: Janes Putra
Editor: Redaksi