MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Pembangunan Rumah Betang Suku Seberuang Ensilat di Desa Bongkong, Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, resmi dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, S.H., M.H., Sabtu (24/10/2026).
Pembangunan ini menjadi langkah penting dalam menjaga warisan leluhur sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Dayak di tengah perkembangan zaman.
Bupati Fransiskus Diaan menegaskan, Rumah Betang bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol kehidupan, persaudaraan, kebersamaan, dan jati diri masyarakat Dayak yang harus terus dijaga serta diwariskan kepada generasi penerus.
“Rumah Betang bukan sekadar bangunan, melainkan simbol kehidupan, persaudaraan, kebersamaan, dan jati diri masyarakat Dayak,” ujarnya.
Menurut Fransiskus Diaan, Rumah Betang memiliki nilai budaya dan sosial yang sangat penting bagi masyarakat Dayak.
“Lebih dari sekadar tempat berkumpul, Rumah Betang mencerminkan semangat hidup bersama, gotong royong, solidaritas, serta keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat, “ucap Bupati.
Karena itu, pembangunan Rumah Betang Suku Seberuang Ensilat diharapkan tidak hanya menghadirkan sebuah bangunan adat.
“Tetapi juga menjadi ruang untuk merawat nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur agar tetap hidup dan relevan bagi generasi muda, “tutur Bupati.
Tak hanya itu, keberadaan Rumah Betang nantinya diharapkan menjadi pusat kegiatan adat dan budaya masyarakat Suku Seberuang Ensilat.
“Berbagai kegiatan tradisi, pertemuan masyarakat, serta pelaksanaan acara adat dapat dilaksanakan di tempat tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan kebudayaan lokal, “kata Fransiskus Diaan.
Kemudian, di tengah perubahan sosial dan perkembangan zaman, pelestarian budaya menjadi tanggung jawab bersama.
“Identitas suatu masyarakat tidak hanya tercermin dari sejarah dan tradisinya, tetapi juga dari kesungguhan generasi penerus dalam mempertahankan nilai-nilai yang menjadi bagian dari kehidupan mereka, “tutur Bupati.
Lanjut Bupati, pembangunan Rumah Betang ini pun diharapkan mampu memperkuat hubungan antarmasyarakat, menumbuhkan semangat gotong royong, serta menjadi ruang bersama untuk menjaga persatuan di Kecamatan Silat Hilir.
Selain memiliki nilai budaya, Rumah Betang juga berpotensi menjadi simbol kebanggaan masyarakat Suku Seberuang Ensilat. Keberadaannya diharapkan mempertegas kekayaan budaya Dayak yang menjadi bagian penting dari identitas Kabupaten Kapuas Hulu.
Ditambahkan Bupati, dengan dimulainya pembangunan melalui peletakan batu pertama tersebut, masyarakat kini menaruh harapan agar Rumah Betang Suku Seberuang Ensilat dapat segera terwujud dan dimanfaatkan sebagai pusat kebersamaan, pelestarian adat istiadat, serta pewarisan nilai-nilai budaya kepada generasi mendatang.
“Rumah Betang itu nantinya diharapkan bukan hanya berdiri sebagai bangunan, melainkan tetap hidup sebagai simbol persaudaraan, persatuan, dan jati diri masyarakat Dayak di Kabupaten Kapuas Hulu, “pungkasnya mengakhiri. (*)














