BERITA TERKINIHEADLINENUSANTARASPORT

Arema FC Dipercundangi Bali United 1-3, Mental Singo Edan Jadi Sorotan

×

Arema FC Dipercundangi Bali United 1-3, Mental Singo Edan Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, MALANG – Arema FC gagal melanjutkan tren positif setelah menelan kekalahan 1-3 dari Bali United dalam lanjutan kompetisi BRI Liga 1. Bermain di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (31/10/2026), Singo Edan harus mengakui keunggulan tim tamu yang tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.

Kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah bagi skuad asuhan Andre Caldas. Meski mampu menciptakan sejumlah kesempatan, Arema kesulitan menjaga konsistensi permainan dan mengantisipasi serangan balik Bali United.

Sejak peluit awal, kedua kesebelasan langsung memperlihatkan permainan terbuka. Arema berusaha mengambil inisiatif serangan dengan menekan pertahanan tim berjuluk Serdadu Tridatu.

Pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi. Kedua tim terlibat duel perebutan bola dan beberapa kali melancarkan serangan berbahaya ke area pertahanan lawan.

Bali United Manfaatkan Kelengahan Pertahanan Arema

Arema sebenarnya memiliki beberapa peluang untuk membuka keunggulan. Namun, penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat peluang tersebut belum menghasilkan gol.

Sebaliknya, Bali United justru menunjukkan efektivitas lebih baik. Menjelang akhir babak pertama, tim tamu berhasil memecah kebuntuan melalui penyelesaian Drazan Duganzic.

Sontekan pemain tersebut gagal diantisipasi penjaga gawang Arema, Syahrul Trisna. Gol itu membawa Bali United unggul 0-1.

Belum sempat memperbaiki keadaan, pertahanan Arema kembali kehilangan konsentrasi. Umpan silang dari sisi kanan berhasil disambut Irfan Jaya yang menggandakan keunggulan Bali United menjadi 0-2.

Skor tersebut bertahan hingga wasit mengakhiri babak pertama.

Pergantian Pemain Belum Ubah Keadaan

Memasuki paruh kedua, Andre Caldas mencoba mengubah keseimbangan permainan melalui pergantian pemain. Leo Guntara dan Otusanya ditarik keluar untuk memberi kesempatan kepada Ahmad Farizi dan Franca.

Namun, perubahan komposisi tersebut belum mampu mengangkat performa Arema secara signifikan. Justru Bali United kembali menemukan celah di pertahanan tuan rumah.

Yachida berhasil memanfaatkan situasi tersebut untuk mencetak gol ketiga. Keunggulan tim tamu pun semakin jauh dengan skor 0-3.

Arema baru mampu memperkecil ketertinggalan pada menit ke-79. Careca memanfaatkan kesalahan pemain belakang Bali United untuk mencatatkan namanya di papan skor.

Gol tersebut mengubah kedudukan menjadi 1-3. Hingga peluit panjang berbunyi, Bali United tetap mempertahankan keunggulan dan membawa pulang tiga poin dari Kanjuruhan.

Jan Jansen Akui Permainan Bali United Belum Maksimal

Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Head Coach Bali United, Jan Jansen, mengapresiasi kemenangan timnya. Meski demikian, pelatih asal Belanda tersebut tidak menutup mata terhadap sejumlah kekurangan yang masih terlihat sepanjang pertandingan.

Ia menyoroti lambatnya tempo permainan pada babak pertama serta beberapa kesalahan pemain ketika membangun serangan. Kondisi tersebut sempat menyulitkan timnya dalam mengendalikan jalannya pertandingan.

“Kami memainkan babak pertama dengan tempo yang terlalu rendah dan melakukan beberapa kesalahan dalam mengalirkan bola. Hal itu membuat permainan terkadang sulit untuk dikontrol dari bangku cadangan, meskipun kami bersyukur bisa menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0,” ujarnya.

Menurut Jansen, kemenangan ini tetap menjadi modal penting bagi Bali United. Namun, timnya perlu meningkatkan kedisiplinan dan kualitas permainan agar mampu tampil lebih konsisten pada pertandingan berikutnya.

Andre Caldas Soroti Mentalitas Pemain Arema

Di kubu tuan rumah, Karateker Pelatih Arema FC, Andre Caldas, mengakui timnya sebenarnya mampu memberikan perlawanan, terutama pada babak pertama.

Ia menilai Arema memiliki beberapa peluang matang untuk mencetak gol. Sayangnya, penyelesaian akhir yang kurang efektif membuat kesempatan tersebut terbuang.

“Pertandingan di babak pertama berjalan sangat adil, kedua tim memiliki peluang, dan kami menciptakan dua hingga tiga peluang matang,” ujar Caldas.

Caldas menyayangkan kegagalan pemainnya memaksimalkan peluang tersebut. Akibatnya, Arema harus memasuki ruang ganti dengan ketertinggalan dua gol.

Lebih dari persoalan teknis, pelatih tersebut juga menyoroti kondisi mental pemain setelah kebobolan. Menurutnya, penurunan konsentrasi membuat permainan Arema kehilangan kestabilan.

Situasi semakin sulit setelah salah satu pemain Arema menerima kartu merah akibat akumulasi kartu kuning. Caldas menilai insiden tersebut menjadi pelajaran penting bagi seluruh pemain, terutama dalam menjaga emosi dan kedisiplinan selama pertandingan.

“Mentalitas kita sempat jatuh begitu saja setelah kebobolan, dan itu tidak boleh terjadi. Kita harus tetap tenang, bertarung untuk setiap bola, dan memperbaiki keadaan. Kartu merah karena akumulasi kartu kuning adalah masalah besar yang harus menjadi pelajaran,” tegasnya.

Kekalahan dari Bali United menjadi evaluasi penting bagi Arema FC. Selain membenahi efektivitas penyelesaian akhir, Singo Edan perlu memperkuat koordinasi pertahanan dan menjaga stabilitas mental ketika menghadapi tekanan lawan.

Susunan Pemain Arema FC dan Bali United

Arema FC:

Syahrul Trisna (GK), Diego Landis, Hansamu, Leo Guntara (Ahmad Farizi), Ahmad Maulana, Betinho (Julian), Arhan Fikri (C), Gabriel Silva, M. Vinicius, Careca (Mauro Zijlstra), dan Otusanya (Franca).

Cadangan: Adi Satryo (GK), Walisson Maia, Julian, Franca, Hanif, Hamzah Tito, Mauro Zijlstra, Alfeandra, Darwis, Ahmad Farizi.
Head Coach: Andre Caldas.

Bali United:

Mike Hauptmeijer (GK), Lam (Receveur), Geypens, Ricky Fajrin (C), Goppel, Yachida, Balk, Kadek Agung (Karel Arel), Irfan Jaya (Arjuna), Duganzic (Raven), dan Queven (Made Titto).

Cadangan: Wayan Arta (GK), Kadek Arel, Bagas Adi, Herdman, Receveur, Risky Dwi, Raven, Reyner, Maquri, Arjuna, dan Made Titto.
Head Coach: Jan Jansen.

Penulis: M Solikin
Editor: Selfy