MATTANEWS.CO, JAMBI – Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Jambi menggelar Webinar Serentak Road to Forum Bisnis Paten Indonesia (FBPI) 2026 dengan tema “Paten Penggerak Ekonomi Kerakyatan: Dari Inovasi Daerah Menuju Komersialisasi Nasional”, Senin (2/11/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan melalui Divisi Pelayanan Hukum, Bidang Kekayaan Intelektual tersebut berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube @kemenkumjambi.
Webinar ini merupakan bagian dari agenda nasional yang dilaksanakan secara serentak oleh 33 Kantor Wilayah Kementerian Hukum di seluruh Indonesia.
Webinar tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pelindungan paten sekaligus mendorong pemanfaatan hasil invensi menjadi produk dan teknologi yang memiliki nilai ekonomi serta daya saing.
Kegiatan dibuka oleh Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum, Hermansyah Siregar. Turut hadir Kepala Kanwil Kemenkum Jambi, Jonson Siagian, didampingi Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Diana Yuli Astuti, dan Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual, Amat Djoemadi.
Hadir pula inventor dari Universitas Jambi, Fathnur Sani K., Direktur Eksekutif Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Jambi, Siti Hardina, serta perwakilan BRIDA, Bapperida, Balitbang, dan Bappeda di wilayah Provinsi Jambi.
Webinar ini juga diikuti pengelola Sentra Kekayaan Intelektual, akademisi, peneliti, mahasiswa, pelaku UMKM, serta masyarakat umum.
Dalam arahannya, Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual menekankan pentingnya paten sebagai instrumen pelindungan hukum sekaligus salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi. Pengembangan paten, menurut materi yang disampaikan, tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah permohonan, tetapi juga perlu memperhatikan kualitas invensi, potensi komersialisasi, dan keberlanjutan pemanfaatannya bagi masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, inventor, akademisi, dan peneliti didorong untuk melihat peluang pengembangan hasil inovasi secara lebih luas. Hasil penelitian diharapkan tidak berhenti pada tahap penciptaan dan perolehan pelindungan hukum, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk atau teknologi yang menjawab kebutuhan masyarakat serta membuka peluang kerja sama dengan sektor industri.
Kepala Kanwil Kemenkum Jambi, Jonson Siagian, bersama jajaran Divisi Pelayanan Hukum terus mendorong penguatan ekosistem kekayaan intelektual di Provinsi Jambi. Upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesadaran inventor dan pelaku usaha mengenai pentingnya pengelolaan kekayaan intelektual sebagai aset strategis yang berpotensi memberikan manfaat ekonomi.
Selain meningkatkan literasi paten, webinar ini juga menjadi sarana memperkuat sinergi lintas sektor dalam mengidentifikasi potensi invensi unggulan daerah.
Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan dunia industri dinilai penting untuk menjembatani hasil penelitian dengan kebutuhan pasar agar inovasi lokal memiliki peluang berkembang dan bersaing di tingkat nasional.
Sebagai tindak lanjut, Kanwil Kemenkum Jambi berkomitmen mengoptimalkan fasilitasi layanan kekayaan intelektual melalui edukasi, pendampingan paten, serta penguatan program Jambi IP Clinic dan pengembangan Jambi IP Ecosystem.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas akses inventor terhadap informasi, pelindungan hukum, dan peluang kerja sama dalam pemanfaatan hasil invensi.
Melalui Webinar Road to FBPI 2026, Kanwil Kemenkum Jambi berharap semakin banyak inovasi daerah yang tidak hanya memperoleh pelindungan paten, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.
Dengan demikian, kekayaan intelektual diharapkan berkontribusi dalam memperkuat ekonomi kerakyatan, meningkatkan daya saing daerah, serta mendorong komersialisasi inovasi menuju pasar nasional.














