MATTANEWS.CO, JAMBI – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jambi, Jonson Siagian, mengikuti rangkaian hari kedua Forum Bisnis Paten Indonesia (FBPI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu (4/11/2026).
Forum tersebut membahas penguatan ekosistem kekayaan intelektual nasional, mulai dari pengembangan inovasi, hilirisasi hasil penelitian, komersialisasi paten, hingga peluang pembiayaan berbasis kekayaan intelektual.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi Patent Townhall Pitching 3 bertema kosmetik dan kesehatan. Sesi yang dipandu Pemeriksa Paten Ahli Madya, Desy Aryanti, itu menghadirkan perwakilan PT Paragon Technology and Innovation, PT Kimia Farma (Persero) Tbk, serta PT Naturindo Fresh.
Para narasumber membahas potensi inovasi dan pengembangan invensi di sektor kosmetik dan kesehatan. Forum ini juga menjadi ruang untuk membuka peluang kolaborasi antara inventor, peneliti, dan pelaku industri agar hasil inovasi dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah dan berdaya saing.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan talk show bertajuk IP Financing and IP Valuating yang mengulas pemanfaatan kekayaan intelektual, khususnya paten, sebagai aset ekonomi yang berpotensi mendukung akses pembiayaan usaha.
Diskusi dipandu Direktur Paten, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu, dan Rahasia Dagang Kementerian Hukum, Andrieansjah. Sejumlah narasumber dari berbagai unsur turut hadir, di antaranya PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI), lembaga keuangan, pemegang paten dari PT Asiana Technologies Lestary, serta unsur Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia.
Pembahasan mencakup perspektif perbankan terhadap pembiayaan berbasis paten, kebijakan dan regulasi pembiayaan kekayaan intelektual, serta pentingnya penilaian ekonomi terhadap paten sebagai salah satu dasar untuk membuka peluang pendanaan.
Melalui diskusi tersebut, peserta mendapatkan gambaran mengenai potensi paten sebagai aset produktif. Inovasi yang telah memperoleh pelindungan hukum diharapkan tidak hanya menjadi hasil pendaftaran, tetapi juga dapat dikembangkan dan dimanfaatkan secara ekonomi.
Rangkaian FBPI 2026 hari kedua juga diisi dengan talk show internasional yang membahas praktik terbaik global dalam penguatan ekosistem paten dan inovasi. Sesi yang dipandu Ayaa Nufus itu menghadirkan perspektif internasional mengenai strategi pelindungan, pengelolaan, dan komersialisasi kekayaan intelektual.
Pembahasan tersebut menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor serta pengelolaan paten secara efektif agar hasil inovasi dapat berkembang menjadi produk dan teknologi yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.
Keikutsertaan Jonson Siagian dalam forum tersebut menjadi bagian dari dukungan Kanwil Kemenkum Jambi terhadap upaya pemerintah memperkuat pemanfaatan kekayaan intelektual sebagai salah satu penggerak perekonomian.
Berbagai materi yang dibahas juga menjadi referensi bagi Kanwil Kemenkum Jambi dalam mendorong kesadaran pelindungan paten, memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dan pelaku industri, serta mengembangkan potensi inovasi daerah yang berorientasi pada nilai ekonomi.
Melalui FBPI 2026, diharapkan semakin banyak hasil penelitian dan invensi, termasuk dari Provinsi Jambi, yang dapat dikembangkan serta dikomersialisasikan secara berkelanjutan.
Kanwil Kemenkum Jambi berkomitmen mendukung penguatan ekosistem kekayaan intelektual melalui fasilitasi layanan, edukasi, dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Dengan demikian, paten diharapkan tidak hanya menjadi instrumen pelindungan hukum, tetapi juga mampu memberikan nilai ekonomi dan manfaat nyata bagi masyarakat.














