Reporter : Mokhsen
FAKFAK, Mattanews.co – Ketidaknormalan listirk tentu menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat, karena PLN Fakfak sudah sering melakukan pemadaman listrik terus menerus. Masyarakat Fakfak diresahkan dengan seringnya pemadaman listrik,membuat DPRD Fakfak angkat bicara.
Anggota DPRD Fakfak Usman Rengen dan Muhamad Rusdy Faruk mempertanyakan langsung kepada kepala PLN atas alasan seringnya pemadaman listrik di kabupaten Fakfak propinsi Papua barat, Kamis (23/01/2020).
“Kami meminta PLN agar dapat stabilkan listrik, kasihan masyarakat, kalau ada kendala pada PLN kasih tahu ke DPRD untuk duduk bersama mencari solusinya,” ucap Rusdy Faruk.
Dikesempatan itu, Muslihi selaku kepala PLN menjelaskan alasan pemadaman yang dilakukan disebabkan karena satu dari 2 travo yang ada mengalami penjebolan sehingga tidak mampu untuk menampung kekuatan jumlah mesin yang tersedia.
“Satu travo dengan kekuatan 4000 kva mengalami jebol, sehingga kita hanya bisa gunakan satu travo dengan kekuatan 2000 kva dalam melayani sejumlah mesin yg tersedia,” ucapnya.
Lanjut dia, untuk saat ini total mesin yang tersedia berjumlah 8 unit dan semuanya dalam kondisi baik, kendalanya hanya pada travo.
“Kita sudah upayakan agar secepatnya 2 buah travo pengiriman dari Manokwari akan datang, Insya Allah paling lambat tanggal 1 Februari 2020 sudah tiba di Fakfak agar bisa digunakan sehingga listrik kembali normal,” jelasnya.
Ditempat yang sama, anggota DPRD Fakfak lainnya yakni Usman Rengen menyampaikan bahwa masalah listrik di Kabupaten Fakfak sudah menjadi masalah dalam bebeberapa tahun ini, sehingga perlu adanya solusi yang efektif agar pemadaman tidak selalu berulang-ulang.
Kedua Wakil Rakyat termuda ini juga meminta kepada pihak PLN untuk secara gamblang menyampaikan kepada masyarakat terhadap masalah yang terjadi terhadap PLN.
“PLN bisa secara terbuka menyampaikan kepada masyarakat tentang apa yang selama ini menjadi masalah,sehingga dapat untuk diketahui secara universal oleh masyarakat agar dapat dipahami baik,” kata Usman.
Editor : Anang














