NUSANTARA

Pemprov Sulbar Gelar Rakor Cegah Virus Corona

×

Pemprov Sulbar Gelar Rakor Cegah Virus Corona

Sebarkan artikel ini

Reporter : Edo

Sulawesi Barat, Mattanews.co – Virus Corona 2019 yang mewabah di Wuhan Tiongkok saat ini, menjadi masalah internasional.

Mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar), menggelar rapat koordinasi (rakor) dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi Novel CoronaVirus (nCoV), di Ruang Kerja Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Kamis (30/1/2020).

Wakil Gubernur (Wagub) Sulbar Enny Anggraeni Anwar mengatakan, langkah pertama yang harus diambil adalah, mengenal dan bagaimana ciri-ciri dari pada nCov.

Serta apa yang akan dilakukan untuk mencegah masuknya virus tersebut ke daerah.

“Bagaimana kita menanganinya jika memang sudah masuk di daerah kita. Khususnya bagaimana kesiapsiagaan kita, tentunya semua yang terlibat dalam penangan tentang nCov,” ucapnya, saat ditulis Jumat (31/1/2020).

Untuk itu, Wagub Enny mengharapkan dengan kebersamaan dalam melakukan proses cegah tangkal, yang akan menghasilkan yang terbaik.

Ia juga menyampaikan, dengan pertemuan tersebut, akan menghasilkan suatu kesepakatan bersama, untuk mencegah masuknya Novel CoronaVirus (nCov) ke daerah di Sulbar.

Kepada semua yang terlibat, Enny meminta, harus memberikan penjelasan, melakukan sosialisasi kepada masyarakat, memberikan informasi apa itu Novel Corona Virus.

Terutama bagimana ciri-ciri serta penyebarannya, agar masyarakat tidak begitu resah dan merasa ketakutan, panik akan adanya nCov.

“Setidaknya kita akan membentuk tim dan bersama-sama turun ke masyarakat, ke sekolah- sekolah, pengajian-pengajian ataupun ada brosur-brosur kecil terkait penangan dini terhadap nCov, “sambung Enny.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Sulbar Darmawali Handoko mengungkapkan, sesuai dengan dasar hukumnya yakni Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018.

Dimana KKP harus memantau semua yang datang dari luar negeri atau yang terjangkit penyakit, baik di pelabuhan, bandara serta lintas batas darat.

Terkait bangsa luar yang masuk ke Indonesia yang terjangkit penyakit, bisa saja memulangkan mereka, serta merekomendasikan untuk tidak berangkat untuk deportasi.

“Jadi bukan hanya saat ini saja kita lakukan, akan tetapi jauh sebelumnya dan dipertajam dengan terbentuknya yang dikatakan KKP ini, “ jelas Darmawali.

Kadis Kesehatan Sulbar Alif yurut memberikan apresiasi positif atas pertemuan ini, sebagai respon dan bentuk kepedulian dan kepedulian Pemprov Sulbar adanya informasi tentang nCov yang telah memakan korban.

Diungkapkannya, proses cegah tangkal tentunya banyak hal yang harus dilakukan dan banyak pula pihak terkait yang akan terlibat, di dalam pelaksanaan atau proses terkait hal ini.

“Dimana dengan melaksanakan rapat koordinasi yang kita lakukan, akan melahirkan kesepakatan terkait apa yang akan kita lakukan dalam cegah tanggap dalam persoalan tentang nCov,” kata Alif.

Turut hadir pada pertemuan tersebut, Kadis Tenaga Kerja Pemprov Sulbar Maddareski Salatin, Kadis Pariwisata , Farid Wajdi, Kadis Kesehatan se-Sulbar, Kepala Rumah Sakit se- Sulbar, serta Ketua Ikatan Dokter Indonesia Sulbar.

Editor : Nefri