Reporter : Zulfi
ACEH TAMIANG, Mattanews.co – Terhitung sejak 2018, sebanyak 2.789 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Aceh Tamiang penerima program keluarga harapan (PKH) yang keluar.
Dari jumlah tersebut, 801 KK mengundurkan diri secara mandiri atau tanpa paksaan.
”Secara sadar mereka menyampaikan bahwasanya mereka tidak layak lagi menerima itu “, ungkap Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Tamiang melalui Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Bantarullah, Jum’at (14/2/2020)
Penurunan angka kemiskinan ini juga ditandai dengan keluarnya ribuan KK dari daftar PKH atau mencapai 16 persen.
Meski begitu, Banta mengaku tetap belum puas dengan jumlah yang dicapai ini, meskipun jumlahnya dikatakan meningkat.
Karena program ini merupakan program yang dibuat oleh Kementerian Sosial (Kemensos) dalam penanggulangan kemiskinan.
“Kami akan berusaha melakukan lebih baik lagi kedepannya. Dan menargetkan ke depannya angka kemiskinan ini bisa diturunkan, sesuai harapan Bupati Aceh Tamiang”, katanya
Terlepas dari status itu, dia juga meminta seluruh masyarakat dan aparatur pemerintahan desa tetap bekerja keras. Sebagai upaya membantu penekanan angka kemiskinan.
Banta pun berharap besar kepada datok penghulu, untuk mengelola dana desa sebagai sumber usaha produktif di kampung.
Menurutnya, jumlah diatas itu menunjukkan angka kemiskinan di Kabupaten Aceh Tamiang dalam setahun terakhir ini, turun sebanyak 1 persen.
“Penurunan ini menjadikan persentase kemisikinan di Aceh Tamiang menjadi 13 persen, dari sebelumnya 14 persen,” ucapnya.
Penurunan ini disebutnya lebih baik dibanding capaian Pemerintah Aceh sebesar 0,3 persen.
“Secara keseluruhan angka kemiskinan di Aceh mencapai 15 persen,” ujarnya.
Editor : Nefri














