Reporter : Fly Hiroshi
PALEMBANG, Mattanews.co – Dibalik kesuksesan band asal Palembang Hutan Tropis (Hutrop) yang kini telah merilis album pertamanya ternyata memiliki berbagai kisah yang menarik, mulai dari pengalaman menarik hingga perjuangan yang buruk. Dimana setelah enam tahun perjalanan Hutan Tropis telah melaluinya dengan enjoy dengan tetap melakukan aktifitas masing masing.
“Persoalan terberat justru bagaimana untuk bisa konsisten menjaga Hutan Tropis sebagai kelompok musik yang mampu tetap berdiri,” ungkap Jemie Delvian pentolan band Hutan Tropis saat dibincangi, Kamis (11/09/2018).
Menurut dia, album perdana Hutan Tropis tersebut sebenarnya sudah direncanakan sejak februari 2016 lalu. Ternyata karena berbagai hal, proses tersebut baru bisa dimulai satu tahun kemudian.” Pertemuan dengan Demajors (sebuah label musik independen Indonesia) didorong oleh Samiaji teman kecil saya yang akhirnya mempertemukan Hutan Tropis dengan Ardian Septico (@demajors_lpg). Kami kemudian disambut baik oleh Demajors dan ini semakin membuat kami bersemangat untuk mengerjakan projek album ini,” jelasnya.
“Album perdana 3500 Hz memang merupakan cita cita. Dimana didalamnya ada sebanyak 9 buah lagu yang tidak hanya merupakan karya seni, mereka kami percaya telah menjadi mahluk baru yang akan hidup dan bergerak dengan takdirnya sendiri sendiri. Harapan terbesar bagi Hutan Tropis adalah lagu lagunya dapat diterima masyarakat sebagai sebuah gerakan seni budaya yang membawa manfaat, terutama menyangkut kepedulian terhadap kondisi lingkungan dunia belakangan ini,” beber Jemie Delvian yang akrab disapa bang Jimi ini.
Ia juga menerangkan jika setelah merilis album perdananya, video klip pertama dari single tersebut sudah dapat disaksikan melalu kanal youtube mereka. Video klip ini sendiri adalah hasil interpretasi dari sutradara muda asal Palembang, Chrismadi Rahmawan (Frisbee Production,Palembang) terhadap single “Pergi” milik Hutan Tropis.
Sementara itu, Chrismadi Rahmawan sendiri saat ditemui beberapa hati lalu menuturkan jika lagu Hutan Tropis yang berjudul Pergi amat erat dengan kehidupan kita sehari hari.” Kesederhanaan dan kearifan lokal di banyak tempat di Indonesia yang kerap terancam oleh kepentingan profit dari eksploitasi alam” kata Chrismadi, Senin malam (10/09/2018) lalu.
Chris menambahkan, visualisasi yang disajikan dalam video ini mengingatkan bahwa inilah wajah Indonesia, yang tidak melulu harus berubah demi kepentingan komersial. Lagu “Pergi”, dengan alur sederhana dengan sentuhan sing-a-long di tulis oleh Jemmie Delvian (Jimi), figur di balik Hutan Tropis. Berkisah tentang sebuah desa yang harus bertransformasi menjadi lahan tambang komersial. Ide lagu ini yang merupakan bagian dari pesan sadar lingkungan sebagai inspirasi dari karya-karya “Hutan Tropis”.
“Pergi” ini adalah single pertama dari rangkaian promo album “3500hz” dari Hutan Tropis yang diproduksi serta didistribusikan oleh label yang dua dekade belakangan hadir untuk musik-musik Indonesia, Demajors.
“Album ini sudah tersedia di seluruh outlet distribusi demajors di Indonesia dalam format CD Audio, Link: bit.do/HT_Pergi,” tambahnya.
Editor : Anang














